TNI gandeng lintas tokoh tangkal separatisme di Aceh Tamiang

id Aceh,Covid-19,Separatisme,Banda Aceh,Aceh Tamiang,Radikalisme,Terorisme

TNI gandeng lintas tokoh tangkal separatisme di Aceh Tamiang

Para pelajar mengikuti kegiatan komunikasi sosial (Komsos) yang digelar Kodim 0117/Atam dalam rangka mencegah perbuatan radikalisme dan sepetarisme, di Makodim Aceh Tamiang. ANTARA/Dedek.

Banda Aceh (ANTARA) - TNI AD Komando Distrik Militer (Kodim) 0117/ Aceh Tamiang memberi pembinaan masyarakat agar dapat mendeteksi secara dini terhadap gerakan kelompok yang mengarah pada perbuatan radikalisme atau separatisme melalui program kegiatan komunikasi sosial (Komsos).

Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita mengatakan dalam kegiatan tersebut pihaknya menggandeng lintas tokoh agama, masyarakat, adat dan tokoh kepemudaan serta para pelajar dalam rangka mencegah tangkal separatisme.

"Perkembangan situasi nasional dan internasional telah membawa dampak meningkatnya paham radikal di wilayah Indonesia termasuk Aceh Tamiang,” katanya di Aceh Tamiang, Jumat.

Baca juga: TNI di Poso gandeng masyarakat perkuat komunikasi sosial

Menghadapi kondisi tersebut, dia melanjutkan harus diantisipasi oleh seluruh instansi, terutama satuan komando kewilayahan.

Adi Yusuf Puruhita menjelaskan Komsos iskala kabupaten itu mengangkat tema “Meneguhkan toleransi mencegah radikalisme separatisme di wilayah Kodim 0117/Aceh Tamiang".

Sasaran Komsos yang akan dicapai yakni terwujudnya kesadaran tentang pentingnya pemahaman bahaya radikal dan separatisme bagi segenap komponen bangsa yang berada di wilayah Kodim 0117/Aceh Tamiang.

"Terbentuknya komponen bangsa yang memiliki kepribadian dan jiwa kebhinekaan guna mempertahankan ideologi Pancasila melalui peningkatan wawasan kebangsaan dan keagamaan serta kewirausahaan demi menjaga keutuhan NKRI," katanya.

Baca juga: Kodim 0409/Rejang Lebong ingatkan bahaya laten komunis dan radikalisme

Baca juga: Prajurit TNI wajib ayomi masyarakat cegah radikalisme, kata Danbrigif

Pewarta : Khalis Surry
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar