Ketua Mahkamah Agung lantik tiga hakim ad hoc

id Hakim ad hoc,hakim ma,ma lantik hakim,sumpah jabatan

Ketua Mahkamah Agung lantik tiga hakim ad hoc

Tiga hakim ad hoc saat prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan oleh Ketua MA Prof Syarifuddin. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Mahkamah Agung (MA) Prof Syarifuddin melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan tiga hakim ad hoc pada lembaga tersebut di Gedung MA, Jakarta, Jumat.

Setelah Ketua MA Prof Syarifuddin menyatakan sidang pengambilan sumpah jabatan terbuka untuk umum, ketiga hakim ad hoc yang akan dilantik langsung menuju tempat yang telah ditentukan untuk prosesi selanjutnya bersamaan dengan para rohaniwan.

"Akan memenuhi kewajiban hakim ad hoc pada Mahkamah Agung dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya," kata Ketua Mahkamah Agung Prof Syarifuddin yang diikuti oleh tiga hakim ad hoc lainnya.

Baca juga: Paripurna DPR setuju tetapkan tiga calon hakim ad hoc Mahkamah Agung

Memegang teguh Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya menurut UUD 1945 serta berbakti pada nusa dan bangsa.

Ketiga hakim ad hoc yang dilantik sekaligus diambil sumpah jabatannya, yakni Dr Sinintha Yuliansih Sibarani sebagai hakim ad hoc pengadilan tindak pidana korupsi tingkat kasasi.

Selanjutnya, Achmat Jaka Mirdinata sebagai hakim ad hoc pengadilan hubungan industrial tingkat kasasi dan Dr Andari Yuriko Sari hakim ad hoc pengadilan hubungan industrial tingkat kasasi.

Baca juga: Tujuh calon hakim MA selesai jalani uji kelayakan di DPR

Setelah dilantik dan diambil sumpah jabatan oleh Ketua MA, ketiga hakim ad hoc langsung menandatangani berita acara dan pakta integritas.

Senada dengan itu, Kepala Biro Kepegawaian MA Supatmi mengatakan berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) RI Nomor 42/P tahun 2021 yang berbunyi menimbang, mengingat dan seterusnya memutuskan menetapkan Keputusan Presiden tentang pengangkatan hakim ad hoc tindak pidana korupsi dan hakim ad hoc pengadilan hubungan industrial.

Dalam Kepres itu disebutkan mengangkat dalam jabatan hakim ad hoc untuk masa jabatan lima tahun ke depan.

Baca juga: KY wawancara terbuka calon hakim hakim agung dan calon hakim ad hoc

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar