Polres Jember periksa 19 saksi terkait kerumunan massa pelantang

id viral kerumunan soun system jember,polisi periksa pelaku kerumunan massa,polres jember,sound system jember

Polres Jember periksa 19 saksi terkait kerumunan massa pelantang

Polisi mengamankan sebuah barang bukti penyebab kerumunan massa milik Jember Sound System Comunity (JSSC) di Jember, Senin (10/5/2021). ANTARA/ HO - Polres Jember

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Penyidik Satreskrim Polres Jember telah memeriksa sebanyak 19 orang, termasuk salah satu kepala desa yang diduga menjadi panitia terkait dengan aksi kerumunan massa sound system atau pelantang yang mengabaikan protokol kesehatan yang viral di media sosial di Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Minggu (9/5).

"Kami memeriksa salah satu kepala desa yang diduga menjadi panitia, sehingga kami minta keterangan dari pemilik sound system dan aparat desa setempat. Total yang dimintai keterangan sebanyak 19 saksi," kata Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna di Jember, Selasa.

Menurutnya penyidik juga sudah memeriksa terduga para pelaku dengan barang bukti lima truk dari Jember Sound System Comunity (JSSC) beserta genset dan salonnya, lighting, power supply, lampu dan lainnya yang digunakan saat parade sound system atau pelantang yang menyebabkan kerumunan massa.

"Satreskrim Polres dan Polsek berhasil mengamankan beberapa barang bukti di antaranya 5 unit truk merk Mitsubishi, 5 unit sound system, 5 unit genset," tutur-nya.

Ia mengatakan polisi mengamankan barang bukti berupa pelantang yang diduga dipakai untuk aktivitas yang melanggar protokol kesehatan dan telah melakukan aktivitas yang menimbulkan kerumunan sehingga berpotensi menjadi klaster baru COVID-19.

"Kami masih mendalami motif dari dari pelaku yang melakukan aktivitas tersebut apakah secara terkoordinir, namun yang jelas telah menimbulkan kerumunan, tidak ada cuci tangan, menjaga jarak dan sebagainya sehingga melanggar protokol kesehatan," tutur-nya.

Yogi mengimbau kepada masyarakat atau elemen apapun untuk menahan diri dengan tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan masyarakat dalam banyak karena masih dalam situasi pandemik COVID-19.

"Jika masih melanggar akan kami kenakan undang-undang kekarantinaan dan undang-undang wabah penyakit," ujarnya menambahkan.

Sebelumnya beredar sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan kerumunan orang dan dalam postingan itu, pengunggah menuliskan kerumunan itu terjadi di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, pada Minggu (9/5).

Dalam video itu terlihat banyak orang yang berjoget dengan lantunan musik memenuhi lapangan desa setempat, bahkan ada juga yang menyalakan gawainya untuk merekam acara tersebut.

Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar