Lille tidak mau anggap laga kontra Saint-Etienne tentukan gelar juara

id liga prancis,lille,saint etienne,christophe galtier

Lille tidak mau anggap laga kontra Saint-Etienne tentukan gelar juara

Ekspresi pelatih Lille Christophe Galtier selepas timnya mengalahkan Paris Saint-Germain dalam lanjutan Liga Prancis di Stadion Parc des Princes, Paris, Prancis, Sabtu (3/4/2021). ANTARA/AFP/Franck Fife.

Jakarta (ANTARA) - Pelatih Lille Christophe Galtier menyatakan tidak mau menganggap laga pekan ke-37 kontra AS Saint-Etienne di Stadion Pierre-Mauroy pada Minggu (16/5) besok bakal menjadi penentu gelar juara Liga Prancis.

Timnya saat ini memimpin klasemen dengan koleksi 79 poin, unggul tiga poin atas juara bertahan Paris Saint-Germain, sehingga bisa memastikan gelar juara jika menang lawan Saint-Etienne dan PSG gagal menang di laga lain.

Kendati demikian, Galtier menegaskan bahwa nasib yang saat ini jelas bisa ditentukan oleh Lille dengan mengalahkan Saint-Etienne adalah tiket Liga Champions musim depan.

"Menurut skenario tertentu memang kami bisa menjadi juara, iya... tetapi tanpa perkiraan yang lain, yang ditentukan dari laga kami besok terutama adalah tiket Liga Champions," katanya dalam jumpa pers pralaga dikutip dari France Football, Sabtu WIB.

"Sesudahnya, mungkin bisa mempengaruhi persaingan juara, tapi kita lihat nanti setelah semua pertandingan pekan ke-37 rampung digelar," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Lille waspadai kegugupan yang bisa jadi jegalan perburuan juara
Baca juga: Lille kukuhkan posisi puncak selepas gasak Lens


Bagi Galtier, bisa lolos ke Liga Champions adalah capaian tersendiri dan tidak boleh diremehkan jika dibanding peluang timnya menjuarai Liga Prancis musim ini.

"Sekali lagi, pertandingan ini bukan penentuan gelar juara, tetapi bisa memastikan tiket Liga Champions," katanya.

"Kami bisa lolos ke Liga Champions dan bukanlah target yang mudah, butuh performa hebat," ujar Galtier melengkapi.

Dalam delapan musim terakhir, PSG selalu mendominasi gelar juara Liga Prancis kecuali pada musim 2016/17 yang direbut AS Monaco berujung dengan pembajakan bintang muda mereka, Kylian Mbappe, yang diboyong Le Parisiens.

Lille terakhir kali menjuarai Liga Prancis pada 2011, saat masih dibela oleh talenta muda bernama Eden Hazard.

Baca juga: Peluang gelar PSG dirusak hasil imbang 1-1 lawan Rennes
Baca juga: Matazo pastikan Monaco berada di jalur Liga Champions
Baca juga: Lyon sodok tiga besar selepas hantam Lorient

Pewarta : Gilang Galiartha
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar