Arus balik penumpang diprediksi mulai 18 Mei di Terminal Pulogebang

id Terminal Pulogebang,Arus balik,Lebaran,Tes usap antigen

Arus balik penumpang diprediksi mulai 18 Mei di Terminal Pulogebang

Direktur Angkutan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Aca Mulyana (kiri) dan Kepala Terminal Bus Terpadu Pulogebang Bernard Pasaribu (kanan) memasang stiker khusus pada armada bus yang diperbolehkan beroperasi saat masa larangan arus mudik di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Selasa (4/5/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

Jakarta (ANTARA) - Arus balik penumpang diprediksi akan terjadi mulai 18 Mei 2021 dari berbagai daerah ke Jakarta, termasuk melalui  Terminal Bus Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur.

"Prediksi saya setelah tanggal 17 Mei pasca larangan mudik," kata Kepala Terminal Bus Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, Bernard Pasaribu saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Bernard mengatakan sejak 1 Mei 2021 ada sebanyak 8.288 penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang berangkat dari Terminal Pulogebang.

Menurut Bernard, para penumpang yang berangkat dari Terminal Pulogebang kebanyakan untuk tujuan Jawa Tengah, Jawa Timur dan juga Sumatera.

Dia menambahkan pihaknya juga akan melakukan tes usap antigen kepada penumpang bus AKAP yang tiba di Terminal Pulogebang.

"Iya akan dilakukan tes usap antigen," ujar Bernard. 

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (Forkopimda DKI) melakukan dua lapis pengetatan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah hingga akhir Mei.

Lapis pertama adalah sebelum memasuki kawasan Jakarta, lapis kedua ketika sudah sampai di Jakarta.

Anies menjelaskan skrining di lapis pertama ada di pintu-pintu masuk menuju Jakarta.

"Kalau kendaraan pribadi, skrining acak (random) bagi mereka yang masuk. Kedua, kendaraan umum, udara laut kereta api memang sudah dilakukan skrining antigen sebelum berangkat, sehingga kami bisa deteksi secara lebih baik jika ada warga yang masuk kawasan Jakarta dan bergejala dan berpotensi membawa COVID-19," ungkap Anies.

Lapis kedua adalah di komunitas, Anies menjelaskan Gugus Tugas RT/ RW akan berkoordinasi dengan jajaran Camat, Lurah, Bhabinkamtibmas dan Babinsa akan bersama-sama akan melakukan pendataan atas warga yang masuk ke wilayah itu.

Baca juga: Terminal Pulogebang tolak 44 calon penumpang tak penuhi syarat
Baca juga: Larangan mudik, Terminal Pulogebang tak batasi keberangkatan bus

Pewarta : Yogi Rachman
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar