"Kenduri Pusako", merawat tradisi Lebaran di Tanjung Berugo Merangin

id tradisi, idul fitri,lebaran,budaya,desa wisata, merangin, jambi

"Kenduri Pusako", merawat tradisi Lebaran di Tanjung Berugo Merangin

Suasana kegiatan yang digelar warga di Desa Tanjung Berugo, Kecamatan Lembah Masurai Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Senin (17/5/2021) dengan menerapkan protokol kesehatan dengan latar Gunung Masurai. Desa tersebut memiliki tradisi "Kenduri Pusako" yang rutin digelar pada hari ketiga setelah Idul Fitri. (FOTO ANTARA/HO/Ist-Tuyani)

Jambi (ANTARA) - Idul Fitri, seperti halnya pada 1442 Hijriah, menjadi hari yang selalu dinantikan bagi seluruh umat Islam, tidak terkecuali bagi warga Desa Tanjung Berugo Kecamatan Lembah Masurai Kabupaten Merangin Provinsi Jambi.

Selain terkenal dengan kekayaan sumber daya alam dan objek wisatanya, Desa Tanjung Berugo juga memiliki tradisi yang sampai kini masih terus dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Tradisi itu adalah "Kenduri Pusako". Salah seorang tokoh masyarakat dari Desa Tanjung Berugo, M Isa memaparkan tradisi ‘Kenduri Pusako’ terus dilestarikan oleh masyarakat desa Tanjung Berugo dan dilaksanakan pada hari ketiga Idul Fitri.

“Kenduri Pusako selalu dilaksanakan setiap Lebaran hari ketiga, kami seluruh warga desa berkumpul di rumah kepala dusun untuk sama-sama melaksanakan tradisi ini,” kata Isa.

Kenduri Pusako sebagai suatu penghormatan kepada para pendiri desa yaitu kepada Nenek Rio Jemenang dan Nenek Rio Jago Karti. Pusako yang dimaksud adalah peninggalan kedua pendiri desa Tanjung Berugo berupa dua helai kain yang mereka sebut "Dita".

"Ya seperti sorban, kami menyebutkannya Dita," kata Isa.

Nantinya, pada Kenduri Pusako inilah Dita akan diperlihatkan kepada seluruh masyarakat Desa Tanjung Berugo. Kemudian para nenek mamak Desa Tanjung Berugo akan membacakan "Perago" atau sejarah Pusako ini di hadapan seluruh warga.

Tidak hanya itu, pada Kenduri Pusako seluruh warga Desa juga bersama-sama mendoakan kedua pendiri desa ini yaitu Nenek Rio Jemenang dan Nenek Rio Jago Karti juga berdoa untuk kesehatan dan keselamatan seluruh warga Desa.

“Kami berdoa bersama untuk almarhum semoga yang maha kuasa memberikan tempat terbaik disisi-Nya. Banyak juga yang membayar nazar saat Kenduri Pusako, misalnya kemarin ada anak yang sakit, lalu kalau sehat akan nazar saat Kenduri Pusako. Dan Itu mereka lakukan saat Kenduri Pusako misalnya dengan kasih ayam buat warga makan bersama-sama saat Kenduri Pusako,” katanya.

Isa menambahkan, Kenduri Pusako tidak bisa disepelekan dan ditinggalkan begitu saja oleh warga desa. Sebagai warisan leluhur pusako ini harus dijaga dengan baik. Saat ini Pusako disimpan dengan baik di rumah Kepala Dusun dan tidak boleh sembarang orang memegangnya.

Pusako atau Dita sendiri diprediksi sudah berumur 400 tahun lebih. Isa mengatakan, berdasarkan informasi dari nenek moyang dahulu kedua pendiri kampung ini berasal dari Tanah Jawa.

Kenduri Pusako harus terus dilestarikan sebagai wujud penghormatan kepada pendiri dan menjadi momen bagi masyarakat desa untuk berkumpul di hari lebaran, mengingat jasa leluhur, saling mendoakan warga agar sehat dan diberi keselamatan serta untuk mendoakan para pendiri agar selalu mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kaki Gunung Masurai

Desa Tanjung Berugo terletak di kawasan kaki Gunung Masurai Kabupaten Merangin. Untuk mencapai Desa Tanjung Berugo dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat melalui jalan Poros Siau-Jangkat.

Untuk menuju Tanjung Berugo dari Kota Bangko , ibu kota Kabupaten Merangin, jarak tempuh yang dilalui lebih kurang 80 km atau lebih kurang 3 jam perjalanan dengan roda dua maupun roda empat. Desa Tanjung Berugo terletak sebelum wilayah Jangkat, dari Jangkat ditempuh sekitar 2 jam perjalanan.

Dari jalan poros Siau-Jangkat, Desa Tanjung Berugo lebih masuk ke dalam sekitar 5 Km dari jalan lintas. Menuju desa ini, disuguhkan dengan pemandangan yang indah, terhampar perkebunan kopi dan kayu manis miliki warga setempat juga suara gemercik air terjun belum lagi air sungai yang jernih menambah keindahan desa ini.

Desa Tanjung Berugo memiliki sumber daya alam yang berlimpah. Mata pencaharian masyarakat desa berasal dari hasil perkebunan kopi dan kayu manis. Desa Tanjung Berugo juga menjadi desa penghasil kopi robusta di Jambi.

Desa ini dianugerahi kontur geografis yang indah, dari halaman rumah warga akan langsung terlihat puncak gunung Masurai menambah keindahan desa yang beriklim dingin ini.

Bukan saja kaya dengan hasil perkebunannya, objek wisata desa Tanjung Berugo juga mengagumkan. Dari Desa yang kini sudah memiliki akses jalan aspal dan listrik ini juga memiliki beberapa aset wisata yang saat ini dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat dan Pokdarwis Desa Tanjung Berugo.

Lokasi itu adalah Air Terjun Batas Ikan yang terletak tepat di bawah kaki Gunung Masurai, Air Terjun Goa Kambing, Air terjun Pancuran Gading, Danau Merah, Danau Kumbang, Danau Kering dan masih banyak destinasi wisata alam yang dapat dikunjungi di Desa Tanjung Berugo ini.

Para pendaki gunung juga bisa mendaki Gunung Masurai via Desa Tanjung Berugo yang akan dipandu dengan Pokdarwis Tanjung Berugo. Desa ini memiliki warga yang terkenal dengan keramahannya, jangan khawatir jika berwisata ke desa ini tentu akan disambut ramah oleh semua warga.

Selain itu budaya gotong royong dan kekeluargaan warga masih sangat kuat sehingga memberi kehangatan bagi siapa saja yang datang ke desa ini.

Saat momen Lebaran 2021 seperti saat ini, warga desa selalu antusias meramaikan momen hari raya umat Islam itu dengan berbagai perlombaan yang bisa diikuti oleh semua warga, kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun. Bahkan kali ini ada pula lomba wisata, yakni foto di objek wisata yang ada di desa ini.

Baca juga: Bupati Merangin siapkan hukum adat bagi pelanggar protokol kesehatan

Baca juga: "Gerakan Berinfak Rp1.000" lingkup perusahaan di Merangin digalakkan

Baca juga: 22 desa di Kabupaten Merangin terima dana afirmasi perhutanan sosial

Pewarta : Syarif Abdullah dan Tuyani
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar