Akhir masa peniadaan mudik, pemeriksaan dokumen kesehatan diperketat

id rapid antigen,kemenhub,menhub,peniadaan mudik,larangan mudik

Akhir masa peniadaan mudik, pemeriksaan dokumen kesehatan diperketat

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kanan) saat berbincang dengan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri saat keduanya meninjau Stasiun Manggarai, Jakarta, Jumat (14/5/2021). ANTARA/Ahmad Wijaya/am.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan pemeriksaan dokumen kesehatan para pelaku perjalanan akan diperketat pada hari terakhir masa peniadaan mudik, Senin (17/5).

"Kami bersama Satgas dan Kementerian Kesehatan sepakat untuk untuk terus memperketat pemeriksaan dokumen kesehatan terhadap semua penumpang dan pengguna jalan di semua moda transportasi. Hal ini mempertimbangkan masih besarnya potensi mobilitas yang dilakukan pasca 17 Mei 2021 khususnya yang berasal dari Sumatera dan Jawa Tengah, Jawa Barat serta Jawa Timur yang masuk ke Jawa/Jabodetabek,” kata Budi Karya dalam rilis di Jakarta, Senin.

Budi Karya mengatakan ketentuan syarat perjalanan penumpang dalam negeri akan kembali mengacu pada Addendum SE Satgas No 13 Tahun 2021 bahwa pelaku perjalanan udara, laut, kereta api dan penyeberangan wajib menunjukkan dokumen negatif COVID-19 yang berlaku 1x24 jam.

Baca juga: Menhub cek penerapan Tes Rapid Antigen bagi pemotor tujuan Jabodetabek

Sedangkan untuk pelaku perjalanan darat baik angkutan umum maupun kendaraan pribadi (roda empat dan roda dua), pelaksanaan tes acak rapid antigen akan diperpanjang khususnya di jalan nasional menuju Jabodetabek.

"Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi lonjakan kasus positif COVID-19 sebagai dampak perjalanan pasca lebaran yang masih akan berlangsung dalam seminggu ke depan," katanya.

Menhub juga meminta kepada seluruh pemangku kepentingan transportasi agar protokol kesehatan dapat diterapkan dengan baik pada fasilitas publik seperti terminal, stasiun, pelabuhan, maupun bandara. Jumlah petugas maupun intensitas pengawasannya juga harus ditingkatkan.

Sementara itu, terkait dengan pelaksanaan peniadaan/larangan mudik pada 6 Mei-17 Mei 2021, hingga Sabtu (15/5), secara umum terjadi penurunan mobilitas penumpang di semua moda transportasi hingga 84 persen.

Penurunan tertinggi terjadi di transportasi udara yang secara akumulasi pada pelarangan 6-15 Mei 2021 rata-rata penumpang harian turun hingga 93 persen dibandingkan hari biasa pada April 2021. Sedangkan transportasi untuk logistik tidak ada penurunan, bahkan terdapat beberapa peningkatan.

Baca juga: Menhub tinjau kesiapan Pelabuhan Gilimanuk antisipasi penumpang

Meskipun terjadi penurunan volume penumpang secara signifikan, Menhub mengatakan tetap perlu mewaspadai aktivitas perjalanan masyarakat di masa pasca peniadaan mudik, tepatnya di tanggal 18-24 Mei 2021.

Dengan meningkatnya kasus positif di Sumatera dalam beberapa minggu terakhir, maka perlu dilakukan pengetatan di pelabuhan penyeberangan Bakauheni. Sejak 15 Mei 2021 telah diberlakukan ketentuan wajib membawa hasil rapid antigen. Penumpang diminta melakukan tes secara mandiri lebih awal di daerah asalnya untuk menghindari penumpukan di pelabuhan.

"Dengan adanya pengetatan pemeriksaan ini diharapkan masyarakat yang masuk ke Jawa terutama dari wilayah yang terindikasi kenaikan kasus COVID-19, tidak berpotensi mengakibatkan penularan," kata Budi Karya.

Baca juga: Menhub minta kepala daerah aglomerasi awasi penumpukan penumpang

Baca juga: Menhub minta waspadai kenaikan penumpang pada arus balik

Pewarta : Adimas Raditya Fahky P
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar