Pacitan (ANTARA News) - Kapal pesiar jenis yacth senilai Rp4 miliar lebih yang sempat terjerembab di tepi Pantai Teleng Ria, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, sejak Jumat pagi mulai dievakuasi.

Namun dikarenakan kondisi badan kapal yang sudah rusak berat akibat terhempas ombak pada pertengahaan Juli lalu, PT Camarindo selaku perusahaan pemilik kapal pesiar tersebut hanya mengevakuasi mesin kapal.

"Yang bisa kami selamatkan memang hanya mesin kapal, badannya kami tinggal karena rusak berat," kata Marine Superintendent P&I Surveyor PT Camarindo, Hanung Vito Wibowo.

Hanung menjelaskan, kecelakaan yang menimpa kapal jenis yatch dengan nama lambung Seavani-1 itu murni karena faktor alam.

Saat itu, gelombang air pasang dengan ketinggian mencapai 3 meter lebih menghantam kapal Seaven-1 yang tengah berlindung di Teluk Pacitan.

Akibat kejadian tersebut, kapal pesiar seharga empat miliar lebih tersebut terhempas dan kandas di pinggir Pantai Teleng Ria.

Beruntung tiga warga asing yang saat itu berada di atas kapal berhasil keluar dengan selamat.

Sebenarnya, para penumpang kapal berencana dari Bali menuju Pulau Mentawai di Sumatera Barat.

Hanya, ketika melewati Samudera Hindia kapal mengalami kerusakan setelah air masuk ruang mesin.

"Saat di Sendang Biru (Malang) mesin sudah diperbaiki. Namun di tengah perjalanan rusak lagi," jelasnya.

Parahnya, ketika disaat mesin hanya beroperasi sebelah, sebuah tali pengikat sekoci masuk ke baling-baling kapal.

Akibatnya, kapal praktis berhenti total dan kedua mesinnya rusak. Sehingga kemudian kapal terdampar.

"Pemiliknya sudah kembali ke Afrika Selatan untuk mengurus asuransinya disana," pungkas Hanung.

Proses evakuasi mesin kapal itu sendiri saat ini dikabarkan sudah mendekati rampung.

"Jika selesai dievakuasi, mesin selanjutnya akan di bawa ke Jakarta sebagai bukti pada pihak asuransi," kata Hanung menambahkan.

Kapal yang baru berumur satu tahun ini di bangun di Bali dengan total biaya hampir mencapai Rp4 miliar.

Banyaknya biaya pembuatan karena peralatan yang digunakan seluruhnya buatan Eropa.

Misalnya, sepasang mesin bermerk Lehman Saber seharga Rp800 juta. Termasuk peralatan navigasi dan peratan lainnya. "Ini mesin-mesinnya buatan Eropa," tegas Hanung.(*)
(ANT-130/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010