Zverev tertinggal dua set sebelum lolos babak pertama French Open

id tenis,grand slam,french open 2021,roland garros,alexander zverev,oscar otte

Zverev tertinggal dua set sebelum lolos babak pertama French Open

Petenis Jerman Alexander Zverev mengembalikan bola yang dipukulkan petenis sesama Jerman Oscar Otte dalam babak pertama tunggal putra French Open di Paris, 30 Mei 2021. ANTARA/AFP/CHRISTOPHE ARCHAMBAULT.

Jakarta (ANTARA) - Unggulan keenam Alexander Zverev bangkit dari ketertinggalan dua set untuk mengalahkan petenis kualifikasi Oscar Otte 3-6, 3-6, 6-2, 6-2, 6-0 dalam babak pertama French Open (Roland Garros), Minggu malam waktu Paris.

Pada set awal, Zverev diduga akan bernasib sama seperti Dominic Thiem yang tersingkir pada babak pertama. Namun masuk set ketiga dia mengubah penampilan untuk membalikkan keadaan.

"Ini pertama kalinya saya melawan Oscar, jadi saya tidak tahu harus seperti, dia tidak memberi saya kesempatan. Pada set ketiga saya memutuskan memukul bola lebih keras, melakukan pukulan 'forehand' lebih berat juga dan itu berhasil," kata Zverev seperti dikutip Reuters, Senin.

Zverev yang pada dua set pertama tak berkutik di hadapan petenis peringkat ke-152 bertambah besar kekuatan pukulannya dan lebih banyak berhasil pada servisnya dalam tiga set terakhir.

Baca juga: Kvitova menapaki babak kedua French Open

"Mungkin dia lebih lelah pada set ketiga, dia tidak terbiasa dengan pertandingan yang intens seperti ini. Tapi dia bermain luar biasa dan saya berharap dia akan terus bermain seperti ini," kata Zverev.
 
Untuk dua set pertama, Otte yang berusia 27 tahun bermain mengesankan.

Tapi Zverev, yang memastikan kemenangannya dengan 50 winner, lebih berpengalaman dalam mencari cara untuk bangkit.

"Saya senang dengan kemenangan ini, akhirnya bisa bangkit setelah tertinggal. Selain itu saya mendapat dua hari libur dan ini akan membantu saya untuk pertandingan selanjutnya," pungkas dia.

Baca juga: Venus dan Coco Gauf berpasangan dalam ganda putri French Open
 

Pewarta : Roy Rosa Bachtiar
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar