Kementerian Agama gelar "Jagongan Moderasi Beragama" di Temanggung

id kemenag, moderasi beragama, temanggung

Kementerian Agama gelar "Jagongan Moderasi Beragama" di Temanggung

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Achmad Gunaryo menyerahkan plakat kepada Bupati Temanggung M. Al Khadziq pada kegiatan "Jagongan Moderasi Beragama" di Dusun Krecek, Desa Getas, Kaloran, Kabupaten Temanggung. (ANTARA/Heru Suyitno)

Temanggung (ANTARA) - Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama menggelar "Jagongan Moderasi Beragama" di Dusun Krecek, Desa Getas, Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Selasa, untuk merajut kebersamaan dalam kehidupan beragama.

Kegiatan yang digelar di wihara Dusun Krecek, Desa Getas, Kecamatan Kaloran tersebut menghadirkan pembicara KH. Yusuf Chudlori, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Achmad Gunaryo, Dirjen Bimas Buddha Caliadi, dan Bupati Temanggung M. Al Khadziq.

Jagongan Moderasi Beragama bertajuk "Beragama dengan Ramah untuk Indonesia" ini juga dilakukan pengukuhan penyuluh lintas agama (Pelita).

Baca juga: Menag Yaqut: Revitalisasi KUA akan gerakkan moderasi beragama

Kegiatan moderasi beragama tersebut juga diisi dengan pementasan seni budaya yang melibatkan multiagama yang ada di Temanggung. Pementasan itu berkisah kebersamaan dan kerukunan yang terjalin di tengah perbedaan masyarakat.

Achmad Gunaryo mengatakan agama jangan lagi dikesankan sebagai sesuatu yang keras, tidak ramah dan sebagainya.

"Moderasi beragama itu sesungguhnya adalah bagaimana kita beragama di tengah-tengah perbedaan kita. Jangan merasa menang sendiri, jangan merasa benar sendiri. Jika ada permasalahan dimusyawarahkan penyelesaiannya," katanya.

Ia menyampaikan kegiatan moderasi beragama di Jawa Tengah, sebelum di Temanggung telah digelar di Klaten, selanjutnya di Tegal dan meluas ke seluruh Indonesia.

Bupati Temanggung M. Al Khadziq mengatakan jagongan moderasi beragama ini sangat baik, yakni untuk membahas tentang keberagaman dan menyatukan berbagai pandangan yang berbeda-beda.

Baca juga: MUI Sigi gencar kenalkan moderasi beragama untuk bangun kerukunan

"Kita bisa bersama-sama membangun kesadaran. Minimal kesadaran peserta jagongan yang sekarang terbatas para tokoh agama tetapi harapannya nanti bisa diteruskan kepada umat beragama di seluruh Kabupaten Temanggung," katanya.

Ia berharap forum moderasi bisa dilaksanakan secara rutin bahkan dapat dilaksanakan di berbagai tingkat dan tempat di Kabupaten Temanggung. Pemkab Temanggung siap memfasilitasi demi membangun kehidupan beragama, kehidupan multietnis yang lebih damai bersatu dan bersaudara.

Tokoh Agama dan pengasuh ponpes API Tegalrejo Magelang, KH. Yusuf Chudlori mengatakan moderasi beragama sangat penting di zaman ini untuk membentengi paham dan gerakan-gerakan transnasional yang berusaha merusak kerukunan yang telah terbina selama ini.

"Melihat pergerakan-pergerakan transnasional. Masuknya paham dari luar harus dibentengi bersama sebagai tanggung jawab anak bangsa semua agama," katanya.

Menurut dia moderasi beragama harus ditanamkan sejak kecil seperti di usia SD atau SMP. Di usia itu harus mulai ditanamkan pemahaman agama yang benar. Mereka harus dikawal sejak awal agar tidak menjadi korban dari masuknya paham radikal. ***3***

Baca juga: Wamenag ajak pemuda Kristen perkuat moderasi beragama
Baca juga: Menag berharap asrama haji jadi tempat moderasi beragama
Baca juga: Menag ajak pemuda manfaatkan medsos siarkan moderasi beragama

Pewarta : Heru Suyitno
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar