Soal jalur khusus "road bike", Anies sebut penggunaannya dibatasi

id Anies Baswedan,Sepeda Road Bike,DKI Jakarta,Transportasi Jakarta

Soal jalur khusus "road bike", Anies sebut penggunaannya dibatasi

Pesepeda memacu kecepatan saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (30/5/2021). Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan para pesepeda (road bike) bisa ditilang dengan Pasal 229 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan jika tidak melewati jalur khusus sepeda saat telah resmi dioperasikan. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut jalur khusus sepeda balap (road bike) ada pembatasan waktu karena peruntukkannya memang untuk seluruh moda transportasi bukan khusus moda tertentu.

Anies lebih lanjut menyebut pihaknya sudah membatasi agar jalur "road bike" tidak diterapkan setiap waktu, sebab, jalur  tersebut bukan menjadi prioritas moda tersebut.

Baca juga: Ketegangan Road Bike-pemotor, Anies: Harus saling menghormati dan taat

"Kegiatan-kegiatan hobi lainnya dibatasi jamnya di saat jam sedang sepi," ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu.

Anies mengklaim kebijakan Pemprov DKI yang konsisten dalam memfasilitasi transportasi, salah satunya adalah menata jalur sepeda dengan alasan banyak sisi positifnya seperti ramah lingkungan dan lebih menyehatkan.

"Tapi prioritas kita adalah sepeda sebagai alat transportasi. bukan sekadar sebagai alat sport," katanya.

Karenanya, ia meminta kepada para pengendara, baik motor maupun sepeda agar saling menghormati dan memprioritaskan keselamatan serta mengikuti aturan lalu lintas.

Baca juga: Ini alasan Pemprov DKI terkait "road bike" di Sudirman-Thamrin

"Jalan bukan milik satu jenis moda transportasi jadi jangan sampai ada yang menggunakan jalan tanpa memikirkan keselamatan orang lain maupun keselamatan dirinya," ucapnya.

Sebelumnya, Anggota fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengritisi rencana Gubernur Anies Baswedan memfasilitasi pada sepeda jenis "road bike" yang menurutnya hanya fokus mengurusi hobi.

Bahkan fasilitas pesepeda yang kerap dibuat Anies belakangan ini sangat tidak terukur. Sebab, pengguna sepeda disebutnya hanya sekitar 0,1 persen dari warga Jakarta.

"Sejak 2019 saya sudah sampaikan betapa besar dana untuk jalur sepeda, tetapi tidak berfungsi. Kita estimasi tidak sampai 0.1 persen pengguna sepeda dibanding masyarakat pengguna transportasi lain," ujar Gilbert, Rabu (2/6).

Baca juga: Wagub DKI : Uji coba "road bike" Sudirman-Thamrin disepakati Polda

Dalam pelaksanaannya, Gilbert menilai sekarang ini pandangan akan penggunaan sepeda juga menyimpang dari yang awalnya direncanakan Anies. Sebab sejak tahun 2019 lalu sepeda dianggapnya sebagai salah satu transportasi ramah lingkungan karenanya dibuatkan jalur khusus.

Namun sekarang ini Anies malah mengakomodir sepeda yang lebih khusus seperti "road bike". Artinya ia lebih sibuk mengurusi hobi ketimbang masalah transportasi.

"Ini pemborosan energi, sumber daya karena hanya mengurus hobi, bukan alat transportasi. Awalnya konsep sepeda disampaikan ke DPRD adalah untuk transportasi ramah lingkungan," tuturnya.

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar