Kepala BNN: Anggaran 2022 difokuskan program P4GN

id BNN,DPR,Petrus Reinhard Golose,P4GN,anggaran 2022

Kepala BNN: Anggaran 2022 difokuskan program P4GN

Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komisaris Jenderal Polisi Petrus Reinhard Golose menunjukkan paket sabu-sabu yang terbungkus dalam kemasan teh pada kegiatan pemusnahan narkotika di Lapangan Parkir Kantor BNN RI, Jakarta, Selasa (25-5-2021). ANTARA/Genta Tenri Mawangi/aa.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Petrus Reinhard Golose mengatakan pagu anggaran tahun 2022 difokuskan pada program pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika (P4GN) dan prekursor narkotika.

"Anggaran BNN cukup fluktuatif dari tahun ke tahun," ujar Petrus saat rapat kerja terkait DENGAN pembahasan anggaran bersama BNN RI di Jakarta, Kamis.

Pada tahun 2020, kata Petrus, anggaran BNN sebesar Rp1,65 triliun dengan serapan anggaran sebesar 94,18 persen, sedangkan pada tahun 2021 anggaran BNN sebesar Rp1,69 triliun. Namun, kebijakan penghematan tersisa Rp1,62 triliun.

"Berdasarkan pagu indikatif anggaran BNN pada tahun 2022 sebesar Rp1,6 triliun atau turun 1 persen," ujar Petrus.

Pagu anggaran itu, lanjut dia, akan digunakan untuk 18 proyek prioritas nasional tahun 2022 dengan pagu anggaran sebesar Rp149,7 miliar.

Baca juga: BNN musnahkan 794,62 kg sabu hasil sita Januari-Mei 2021

Pada tahun 2022, BNN fokus pada sejumlah program besar, di antaranya pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika (P4GN) dan prekusor narkotika. Program itu dengan peningkatan kepasitas dan kualitas P4GN melalui pengembangan kemampuan tugas-tugas penyelidikan dan penyidikan bagi penyidik BNN.

Ia mengatakan bahwa penguatan kapasitas pengawasan di jalur penyeludupan narkoba di pintu-pintu masuk barang dan oran, melalui optimalisasi pos-pos interdiksi terpadu lintas kementerian/lembaga.

Selanjutnya, peningkatan pencegahan dan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika. Program itu untuk penguatan ketahanan komunal masyarakat melalui Gerakan Indonesia Bersih Narkoba (Indonesia Bersinar) dimulai dari wilayah desa diintegrasikan dengan pemulihan kawasan rawan narkoba lintas program.

Peningkatan layanan rehabilitasi penyalahguna/pecandu narkotika melalui penguatan kapasitas dan aksebilitas fasilitas layanan rehabilitasi instansi pemerintah dan milik masyarakat.

"Mohon pimpinan dan anggota Dewan dapat memberikan dukungan kepada BNN agar mampu melaksanakan tugas dan fungsi secara optimal serta dapat menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat di bidang P4GN," kata Petrus.

Baca juga: BNN ungkap tiga sindikat narkoba internasional, sita 581,31 kg sabu

Pewarta : Fauzi
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar