BRGM: Pemberdayaan masyarakat lokal penting untuk restorasi gambut

id restorasi gambut,hari lingkungan hidup,brgm

BRGM: Pemberdayaan masyarakat lokal penting untuk restorasi gambut

Tangkapan layar dari Kepala Pokja Perencanaan Anggaran dan Hukum BRGM Didy Wuryanto dalam diskusi virtual di Jakarta, Jumat (4/6/2021) (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Pokja Perencanaan Anggaran dan Hukum Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Didy Wuryanto menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat lokal memiliki peran penting dalam restorasi gambut yang berkelanjutan.

"Yang penting bagaimana membantu komunitas di lahan gambut untuk mampu memanfaatkan gambut apa adanya tanpa dikeringkan dan menghasilkan," kata Didy dalam diskusi virtual EU Environtment Day 2021, dipantau dari Jakarta, Jumat..

Hal itu diterapkan oleh BRGM dalam mencapai target restorasi 1,2 juta hektare (ha) lahan gambut lewat berbagai program seperti Desa Peduli Gambut dengan pemberdayaan berbagai usaha di lahan gambut seperti perikanan dan ternak.

Baca juga: BRGM: Generasi muda mitra penting restorasi gambut dan mangrove

Dengan kesuksesan pemberdayaan ekonomi masyarakat itu, jelas Didy, maka komunitas lokal akan menjaga lahan gambut agar tetap asri dan memberikan hasil.

Gambut yang basah itu juga selain akan memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar juga dapat menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Selain gambut, pemberdayaan masyarakat juga diperlukan dalam usaha rehabilitasi mangrove atau bakau yang ditargetkan dilakukan oleh BRGM di lahan seluas 600.000 ha di sembilan provinsi.

Didy menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sekitar 3,3 juta ha mangrove yang mampu menyerap karbon dan berperan dalam upaya mitigasi perubahan iklim yang sedang berjalan saat ini.

"Masyarakat itu apabila mampu memanfaatkan mangrove untuk kepentingan ekonomi itu pasti dengan sendirinya rehabilitasi mangrove berjalan sukses," kata Didy.

Dalam kesempatan tersebut, Konselor Pertama Lingkungan, Aksi Iklim, Digital Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Henriette Faergemann, juga menegaskan pentingnya upaya restorasi dan konservasi lingkungan, jelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni.

Henriette mengatakan partisipasi semua pihak diperlukan dalam mencapai masa depan yang berkelanjutan demi mencegah dampak perubahan iklim.

"Kami percaya setiap partisipasi, besar atau kecil, akan menjadi kontribusi yang besar untuk mencapai masa depan berkelanjutan bersama-sama untuk mengatasi krisis iklim," tuturnya.

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar