Satgas: Masyarakat Sumut masih abai pada protokol kesehatan

id Protokol kesehatan, Satgas Penanganan COVID--19 Sumut

Satgas: Masyarakat Sumut masih abai pada protokol kesehatan

Kominfo Sumut menggelar diskusi soal penanganan COVID-19 di Sumut di Medan, Senin. (ANTARA/Evalisa Siregar)

Medan (ANTARA) - Peningkatan jumlah pasien positif COVID-19 di Sumut menunjukkan masyarakat di daerah itu mengabaikan penerapan protokol kesehatan dalam aktivitas sehati-hari di tengah pandemi COVID yang masih berlangsung.

"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam mengatasi atau menekan jumlah penderita COVID-19, tetapi perlu dukungan masyarakat dengan menjalankan prokes (protokol kesehatan), " ujar Saut Aritonang, dari Satgas Penanganan COVID-19 Sumut di Medan, Senin.

Dia mengatakan itu dalam diskusi soal Pengaruh Penerapan Pembatasan Perjalanan Dalam Negeri Jelang Libur Idul Fitri 1442 H Terhadap Kenaikan Angka Kasus COVID-19 di Sumut yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut.

Pembicaraan lainnya Teguh Supriyadi dari Dinas Kesehatan Sumut dan perwakilan Polda Sumut, AKBP Eddy Suryantha Tarigan.

Baca juga: Kasus kematian akibat COVID-19 di Sumut meningkat tajam dalam 4 hari

Baca juga: Satgas: Tujuh lagi pasien COVID-19 di Sumut meninggal


Pasien terkonfirmasi COVID-19 di Sumut hingga 7 Juni, tercatat sudah mencapai 32.627 setelah dalam satu hari ada penambahan 99 kasus.

Padahal saat Pemerintah Provinsi Sumut melakukan penerapan pembatasan perjalanan dalam negeri menjelang libur Lebaran 2021, lonjakan jumlah pasien terkonfirmasi COVID-19 itu bisa ditekan.

"Jadi memang perlu dukungan semua pihak termasuk masyarakat untuk menekan angka COVID-19.Perlu ada kesadaran tinggi dalam menjalankan prokes," katanya.

Saat ini, kata dia, terlihat masyarakat abai menjalankan prokes apalagi saat berada di tengah keluarga dan di tempat kerja dengan perhitungan tidak ada penularan COVID-19 itu.

"Perlu menyadarkan semua orang agar saling mengingatkan dalam menjalankan prokes dimana saja termasuk di rumah, " katanya.

AKBP Eddy Suryantha Tarigan mengatakan, pemberian sanksi harus ditegakkan bagi warga yang melalaikan prokes di tengah edukasi yang juga harus terus dilakukan soal COVID-19 dan dampaknya .

Termasuk tetap membuat kebijakan yang bisa menekan penyebaran COVID-19 itu.

Larangan mudik dan diikuti penyekatan arus mudik yang dilakukan menjelang Lebaran, misalnya, kata dia, terbukti bisa menekan angka terpapar COVID-19 di Sumut.*

Baca juga: Lima pasien COVID-19 di Sumut meninggal

Baca juga: Kasus terkonfirmasi COVID-19 menyebar di 11 daerah Sumut

Pewarta : Evalisa Siregar
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar