Pemerintah susun peta jalan pencahayaan lampu LED

id Kementerian ESDM,lampu LED,lampu hemat energi,readmap pencahayaan LED,emisi gas rumah kaca

Pemerintah susun peta jalan pencahayaan lampu LED

Pelajar dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sumedang, Jawa Barat berhasil memproduksi lampu LED hemat energi di tengah masa pandemi COVID-19 yang diberi label Nesas LED. Lampu ini berhasil masuk ke pasar Kalimantan. ANTARA/HO-Dinas Pendidikan Jabar.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sedang menyusun peta jalan pengembangan pencahayaan lampu light emitting diode (LED) berkerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations Environment Programme (UNEP).

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE) Haryanto menjelaskan bahwa peta jalan akan memotret kondisi lampu LED di dalam negeri untuk menjadi acuan dalam pengembangan lampu LED dan mendorong peningkatan efisiensi energi.

“Tim pelaksana akan mengamati dari sisi produksi teknologi, jumlah dan tipe LED yang ada di pasaran, kondisi pasar, tantangan yang dihadapi dengan target akhir berupa rekomendasi intervensi kebijakan," kata Haryanto dalam keteranganya di Jakarta, Jumat.

Kegiatan survei akan dilakukan selama satu bulan hingga awal Juli 2021 melalui kuisioner daring, wawancara, dan kunjungan ke pabrik pembuatan lampu LED.

Survei akan dilakukan di 41 lokasi industri yang tersebar di tujuh provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Batam.

Proyek itu dirancang untuk mendorong peningkatan penerapan teknologi lampu efisiensi tinggi melalui transformasi pasar nasional, sehingga dapat mengurangi konsumsi listrik dan emisi gas rumah kaca.

"Tujuan tersebut dapat dicapai melalui penguatan industri lampu dalam negeri agar mampu memproduksi lampu hemat energi berkualitas tinggi dan mendorong pertumbuhan industri energy efficient lighting di dalam negeri," kata Haryanto.

Pada 2019, pasar lampu LED berkembang pesat dengan penjualan lebih dari 343 juta unit dan diprediksi akan terus meningkat menjadi satu miliar unit di 2030. Namun, ada lebih dari 110 juta unit penjualan atau sekitar 30 persen masih berasal dari impor.

Haryanto memaparkan beberapa keunggulan lampu LED dibandingkan compacted fluorescent lamp (CFL), yaitu efisiensi, usia, color rendering yang lebih baik, serta tidak mengandung zat merkuri yang berbahaya.

Efisiensi lampu LED juga lebih tinggi 25 persen hingga 75 persen dan ketahanan pencahayaan lebih baik meski telah digunakan 4.000 jam.

"Penggunaan LED akan meningkatkan efisiensi energi, menghemat tagihan listrik, dan mengurangi emisi di sektor ketenagalistrikan," ujar Haryanto.

Baca juga: Kepulauan Seribu gunakan lampu jalan hemat energi
Baca juga: Industri lampu tenaga surya bidik pasar Indonesia Timur
Baca juga: DEN: Kompor listrik lebih hemat dan ramah lingkungan

Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar