Mendes: Mengaktifkan pos jaga gerbang desa upaya desa bersih narkoba

id Kemendes PDTT,Desa bersih narkoba,SDGs Desa

Mendes: Mengaktifkan pos jaga gerbang desa upaya desa bersih narkoba

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar menyampaikan Materi Kebijakan SDGs Desa dalam Mendukung Pencapaian Sasaran Desa Bersih Narkoba pada Webinar Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II, Jakarta, Selasa (22/6/2021). (ANTARA/HO-Kemendes PDTT)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyampaikan bahwa mengaktifkan pos jaga gerbang desa menjadikan salah satu upaya agar desa bersih narkoba.

"Selain itu menguatkan posyandu dan jika dibutuhkan melakukan tes narkoba pada golongan rentan terjebak narkoba," kata Mendes PDTT dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Ia menyampaikan bahwa Program Desa Bersih Narkoba masuk dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa poin ketiga yaitu, Desa Sehat, Sejahtera dan Bebas Narkoba.

Prevalensi narkoba di desa, lanjut dia, mencapai 2,28 persen, yaitu 957 desa ada kasus narkoba dari 41.923 desa yang sudah mengumpulkan data SDGs.

"Kasus penyalahgunakan narkoba yang selesai ditangani mencapai 92,28 persen dari 1.775 kasus yang selesai ditangani 1.638 kasus," kata Gus Menteri, demikian sapaan akrabnya.

Gus Menteri juga menyampaikan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Dana Desa harus dirasakan oleh seluruh warga desa yang berdampak pada peningkatan ekonomi dan sumber daya manusia di Desa.

Hal itu, katanya, menjadi dasar bagi dirinya untuk merumuskan SDGs Global ke level desa. SDGs Desa berkontribusi sebesar 74 persen terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Menurut Gus Menteri, SDGs Desa adalah pembangunan total atas desa. Seluruh aspek pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh warga desa tanpa ada yang terlewat.

Ia mengemukakan, pembangunan desa mengarah pada 18 tujuan pembangunan berkelanjutan. Generasi mendatang tetap menjadi bagian dari pelaksanaan dan pemanfaatan pembangunan.

Untuk maksimalkan pelaksanaan SDGs Desa, maka Kemendes PDTT kemudian menggiatkan pemutakhiran data desa yang nantinya data ini menjadi panduan dalam penyusunan rencana pembangunan desa.

Data yang telah dimutakhirkan ini nantinya akan dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Desa.

"Pemutakhiran data ini dilakukan oleh warga desa dengan melibatkan relawan sebanyak 1.142.342 orang," kata Gus Menteri.

Hingga 20 Juni, sebanyak 41.923 desa telah menyelesaikan pendataan, atau setara dengan 56 persen dari total 74.961 desa.

Jumlah rukun tetangga sebanyak 450.008 dan jumlah keluarga sebanyak 28.071.975 atau 91 persen dari 31 juta keluarga.

Data warga desa yang telah terdata dan masuk ke Sistem Informasi Desa sebanyak 82.676.273 jiwa atau setara 70 persen dari 118 juta warga desa.

Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar