Menkop targetkan 30 juta UMKM gabung ekosistem digital 2024

id umkm,ukm,teten masduki,aa

Menkop targetkan 30 juta UMKM gabung ekosistem digital 2024

Pedagang menyiapkan pesanan konsumen di pasar tradisional yang terintegrasi secara digital melalui laman pasar.id di Pasar Oro-oro Dowo Malang, Jumat (11/12/2020). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/hp

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) RI, Teten Masduki menargetkan sebanyak 30 juta pelaku UKM yang akan bertranformasi ke ranah digital pada 2024.

Teten Masduki dalam sebuah webinar pada Selasa, mengatakan saat ini jumlah UKM yang telah bertranformasi ke ranah digital diproyeksikan sebanyak 13,5 juta.

"Revitalisasi sampai dengan 2024 itu akan mencapai 30 juta pelaku UMKM akan bertranformasi ke ekosistem digital. Saat ini sudah mencapai 13,5 juta pelaku usaha yang sudah masuk ke ranah digital," kata Teten Masduki.

Baca juga: Penjualan di Pasar rakyat Tasikmalaya naik 4 kali berkat e-commerce

Baca juga: Brand sepatu Bogor tembus pasar ekspor berkat digitalisasi UMKM


Pria kelahiran Garut, Jawa Barat pada 58 tahun lalu itu mengatakan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah membantu tranformasi UKM di sektor pertanian atau agro ke ranah digital.

Setelah pertanian, kata Teten, fokus pemerintah akan bergeser ke pasar dan pedagang tradisional di seluruh Indonesia.

"Kita memiliki lebih dari 14 ribu pasar tradisional dan juga sekitar 12,6 juta pedagang dan nantinya akan kita persiapkan untuk merambah ke ekosistem digital," kata dia.

Tidak hanya sektor-sektor vital yang nantinya akan memasuki ranah digital, Teten Masduki juga menyatakan perlunya merangkul usaha-usaha kecil, misalnya warung-warung tradisonal di pemukiman agar mau berpindah ke digital.

"Kita juga akan ajak pelaku usaha warung tradisional dan juga pedagang kaki lima yang jumlahnya mencapai 26,7 juta," jelas dia.

Ia berpesan agar para komunitas lokal, mulai dari petani, pedagang hingga kalangan akademisi dapat membantu untuk mendorong program tersebut karena digitalisasi akan memperluas pasar UKM sekaligus mempermudah proses transaksi.

Selain itu, kata dia, UMKM juga perlu memanfaatkan media sosial sebagai proses menuju platform e-commerce besar, kemudian UMKM juga perlu memperhatikan kualitas dan daya saing produk sebab yang dilayani bukan hanya pasar domestik tapi juga global.

Baca juga: Pelaku UMKM ungkap kenaikan omzet setelah masuk pasar online

Baca juga: BMW fokuskan digitalisasi dan pasar "entry level"

Baca juga: Gelar Munas, Dekranas upayakan digitalisasi pasar kerajinan

Pewarta : Chairul Rohman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar