Pakar: Upaya banding Rizieq elegan dan konstitusional

id Rizieq Shihab,Suparji Ahmad,Sidang rizieq shihab

Pakar: Upaya banding Rizieq elegan dan konstitusional

Polisi memblokade massa pendukung Rizieq Shihab di kawasan I Gusti Ngurah Rai saat akan menuju Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (24/6/2021). Massa pendukung tersebut akan menghadiri siidang pembacaan vonis kasus penyebaran kabar bohong tes usap COVID-19 di Rumah Sakit Ummi, Bogor. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.

Jakarta (ANTARA) - Pakar hukum pidana Universitas Al-Azhar Suparji Ahmad menyatakan upaya banding Rizieq Shihab atas vonis empat tahun penjara merupakan langkah elegan dan konstitusional.

"Sudah benar apa yang disampaikan M. Rizieq Shihab (MRS) di sidang bahwa ia akan melakukan banding. Itu langkah yang elegan dan konstitusional," kata Suparji dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Suparji juga meminta semua pihak untuk menghormati putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur itu. Namun secara pribadi, dirinya mempertanyakan vonis yang terkait hasil tes swab ataua usap di RS Ummi tersebut.

"Putusan tingkat satu ini dipertanyakan, karena cukup tinggi bila dilihat dari perbuatan yang bersangkutan. Terlebih tidak ada hal yang signifikan pasca-MRS melakukan tindakan yang disebutkan yakni menyebarkan berita bohong," ucap Suparji.

Suparji menilai dalam Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 ada kata kunci yang krusial yakni "menerbitkan keonaran". Sementara, tidak ada keonaran di kalangan masyarakat pasca-perbuatan MRS.

Baca juga: Empat simpatisan Rizieq Shihab positif COVID-19

Baca juga: Polisi temukan massa simpatisan Rizieq Shihab yang masih di bawah umur


"Keonaran bila diartikan secara gramatikal adalah kondisi chaos sehingga terjadi kegaduhan di tengah masyarakat. Saya pribadi belum mendengar terjadi keonaran akibat berita bohong yang disampaikan HRS," ungkap Suparji.

Suparji mempersilakan pihak Rizieq Shihab untuk mengajukan banding, jika tidak setuju dengan putusan itu, karena merupakan hak setiap orang.

"Bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana turut serta dengan menyiarkan berita bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran," kata Ketua Majelis Hakim Khadwanto dalam sidang putusan di PN Jakarta Timur, Kamis.

Majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana empat tahun penjara terhadap Rizieq, yakni lebih ringan dua tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

"Menjatuhkan pidana penjara Terdakwa Muhammad Rizieq bin Husein Shihab alias Habib Muhammad Rizieq berupa dengan pidana penjara selama 4 tahun penjara," ujar Khadwanto menambahkan.

Usai pembacaan putusan, Rizieq Shihab menyatakan menolak putusan hakim yang menvonis-nya empat tahun penjara. "Saya menolak putusan majelis hakim, dan saya menyatakan banding," kata Rizieq.

Baca juga: Dirut RS UMMI divonis satu tahun penjara kasus tes usap Rizieq Shihab

Pewarta : Fauzi
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar