Hampir tiga pekan isolasi, Gubernur Aceh masih positif COVID-19

id Aceh,COVID-19,Gubernur Aceh,Pemprov Aceh,Virus Corona,Gubernur Aceh Positif,positif,vaksin covid,vaksin corona,vaksin covid-19,vaksinasi

Hampir tiga pekan isolasi, Gubernur Aceh masih positif COVID-19

Arsip foto - Gubernur Aceh Nova Iriansyah mendapat suntikan vaksin COVID-19 di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, Jumat (15/1/2021). ANTARA/Khalis.

Banda Aceh (ANTARA) - Gubernur Aceh Nova Iriansyah masih belum sembuh dari infeksi virus corona meski telah menjalani isolasi mandiri dalam kurun waktu hampir tiga pekan.

“Pada 21 Juni 2021, tim medis kembali melakukan uji swab (Gubernur Aceh) dan hasilnya masih tetap positif COVID-19,” kata Juru Bicara COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani di Banda Aceh, Kamis.

Sebelumnya, dia menjelaskan Nova Iriansyah dinyatakan positif terinfeksi virus corona berdasarkan hasil tes swab (usap) PCR pada 31 Mei lalu, dan langsung melakukan isolasi mandiri sesuai protokol penanganan COVID-19.

Baca juga: Plt Wali Kota Tasikmalaya dan puluhan ASN positif COVID-19

Selang empat hari setelah dinyatakan positif, Nova kembali menjalani pemeriksaan swab PCR, namun hasilnya masih dinyatakan positif, sehingga harus melanjutkan isolasi mandiri sesuai rekomendasi tim medis yang menangani perawatannya.

Kemudian, kembali menjalani uji swab pada 14 Juni 2021, namun hasilnya dalam diri Gubernur Aceh masih terdeteksi materi genetik virus corona. Hingga akhirnya keluar hasil swab terbaru pada 21 Juni 2021 yang masih menunjukkan positif COVID-19, katanya.

Menurut Saifullah kondisi positif berlanjut bagi pasien COVID-19 bukan fenomena baru, bahkan sudah banyak bukti lain baik di dalam maupun luar negeri.

“Karena itu tim medis RICU dan Pinere RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh tetap menganjurkan Gubernur Aceh melanjutkan isolasi mandiri untuk percepatan pemulihan kesehatan,” katanya.

Baca juga: Satgas COVID-19 minta semua pihak bijak lihat data tingkat positif

Sementara itu, dr T Zulfikar, Sp P (K) FISR, tim yang menangani perawatan Gubernur Aceh menjelaskan bahwa saat pertama dinyatakan positif, kondisi gubernur tidak menunjukkan gejala. Namun, dua hari kemudian gubernur mulai memiliki gejala ringan seperti batuk, pegal-pegal dan hilang penciuman.

"Jadi kriteria pertama yang kita anggap sebagai tanpa gejala, kemudian dari tim medis kita menyampaikan bahwa ini dengan gejala ringan," kata Zulfikar.

Saat itu Gubernur Aceh dianjurkan melakukan isolasi mandiri dan meningkatkan kesehatan sehingga kemudian gejala ringan yang dialami Gubernur berangsur hilang.

"Dan sekarang meskipun masih terkonfirmasi positif, alhamdulillah gejala batuk ringan sudah tidak ada lagi dan penciuman juga sudah normal," ujarnya.

Mengingat masih dalam kondisi positif COVID-19, maka tim medis merekomendasikan Gubernur Aceh untuk tetap menjalani isolasi mandiri sampai hasil uji swab menunjukkan negatif, sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19 yang berlaku, baik secara global maupun di Indonesia.

Baca juga: Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Lampung bertambah 121 orang
Baca juga: Bupati Lebak positif terpapar COVID-19

 

Pewarta : Khalis Surry
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar