BNPB gandeng IPB dampingi ekonomi korban bencana longsor Sukabumi

id IPB University,BNPB,Bencana alam longsor

BNPB gandeng IPB dampingi ekonomi korban bencana longsor Sukabumi

BNPB gandeng IPB University dampingi ekonomi korban bencana longsor di Dusun Cimapag, Desa Sirna Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. (ANTARA/HO-IPB University)

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menggandeng Pusat Studi Bencana (PSB) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IPB University untuk melakukan pembinaan pendampingan ekonomi pada masyarakat terdampak bencana alam longsor Sukabumi, Provinsi Jawa Barat pada tahun 2018.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan kontrak kegiatan pembinaan pendampingan ekonomi pada tahun anggaran 2021 di Gedung PKSPL Kampus IPB Baranangsiang, beberapa waktu lalu.

Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan Sumberdaya BNPB, Yolak Dalimunthe dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pendampingan ekonomi di tahun sebelumnya.

Baca juga: BEM IPB University bantu UMKM desa manfaatkan digital marketing

"Ini adalah upaya kami untuk memulihkan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah pascabencana khususnya di Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi. Program tersebut berfokus kepada pengembangan gula aren, kapulaga dan kerajinan tangan yang berasal dari bambu dan limbah kayu," ujarnya.

Sekretaris PSB IPB University, Syamsul B Agus menambahkan kegiatan pendampingan ini bermanfaat bagi masyarakat di sekitar lokasi kejadian bencana longsor dalam upaya peningkatan kesejahteraannya.

"Di sisi lain, kegiatan ini bisa dimanfaatkan mahasiswa yang akan melakukan penelitian, Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau kegiatan pengabdian lainnya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala PKSPL IPB University sekaligus Ketua Tim Pelaksana Kegiatan, Yonvitner mengatakan untuk menjaga kesinambungan kegiatan, perlu untuk tetap bersinergi dengan pihak desa, khususnya dengan menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan juga legalisasi kelompok usaha masyarakat binaan.

"Sehingga kegiataan akan berkelanjutan dan masyarakat dapat benar-benar mandiri. Secara garis besar, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kelompok usaha masyarakat, jejaring pemasaran dan sinergi antara Pemda Kabupaten Sukabumi terkait serta stakeholder lainnya," katanya.

Pada penandatangan kontrak ini, hadir Rifki Aldi Ramadhani, Raden Eliasar Prabowo Tjahjono dan Delta Yova Dwi Infrawan dari PSB LPPM IPB University.

Baca juga: Dosen IPB hasilkan inovasi keju dari bahan nabati
Baca juga: BNPB: Perlu integrasi rencana penanggulangan bencana dan pembangunan
Baca juga: BNPB: Manajemen bencana penting untuk proses penanggulangan bencana

Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar