Kemendag minta importir turunkan harga kedelai

id Harga kedelai,tahu tempe,kemendag

Kemendag minta importir turunkan harga kedelai

Perajin memproduksi tahu di sentra industri tahu, Krapyak, Margoagung, Seyegan, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (7/6/2021). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan meminta importir dan pelaku usaha menurunkan harga kedelai di pasar, sehingga lebih terjangkau perajin tahu dan tempe menyusul mulai turunnya harga kedelai dunia.

"Penurunan harga kedelai dunia diperkirakan akan berdampak pada penyesuaian harga kedelai dalam negeri di bulan mendatang. Untuk itu, kami meminta dukungan para pelaku usaha, khususnya importir kedelai untuk menjaga agar harga kedelai impor tetap terjangkau di perajin tempe dan tahu, sehingga dapat menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen," ujar Oke lewat keterangannya di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan data dari Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia per 29 Juni 2021 turun menjadi 13,6 dolar AS per bushels atau Rp8.526 per kilogram saat baru tiba (landed price).

Penurunan harga kedelai dunia ini sekitar 11 persen dibandingkan akhir Mei yaitu 15,31 dolar AS per bushles atau Rp9.330 per kg landed price.

Oke optimis penurunan harga kedelai dunia diharapkan akan terus berlanjut karena beberapa negara produsen telah memasuki periode panen. Diharapkan harga kedelai semakin stabil, sehingga harga tahu dan tempe serta produk turunannya semakin terjangkau konsumen.

"Penurunan harga kedelai dunia yang diikuti dengan penurunan harga di tingkat importir dan perajin tempe dan tahu diharapkan berdampak baik pada produksi dan stabilitas harga tempe dan tahu nasional," imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari importir kedelai, harga kedelai di tingkat gudang importir saat ini sebesar Rp9.100 per kg atau turun sekitar 5,7 persen dibanding minggu lalu yaitu Rp9.600-Rp9.700 per kg.

Hal itu berdampak pada penurunan harga di tingkat perajin menjadi Rp9.600-Rp9.800 per kg atau turun sekitar 8,5 persen dibanding minggu lalu yaitu Rp10.450-Rp10.600 per kg.

Oke mengapresiasi pelaku usaha yang mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas harga kedelai di tingkat konsumen sekaligus menyalurkan stoknya secara kontinu. Stabilitas harga kedelai diharapkan dapat menggairahkan para perajin tahu dan tempe.

"Kami mengapresiasi komitmen dan dukungan para pelaku usaha kedelai dalam mewujudkan penyesuaian harga kedelai terhadap harga internasional. Hal itu merupakan upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga. Kami mengimbau kepada para importir agar memastikan dan tetap menyalurkan stok kedelainya secara rutin kepada seluruh perajin tahu dan tempe, termasuk anggota Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), baik di Puskopti provinsi maupun Kopti kabupaten dan kota," ujar Oke.

Menurutnya, Kementerian Perdagangan secara periodik akan memantau dan mengevaluasi lebih intensif pergerakan harga kedelai dunia. Hal tersebut guna memastikan harga kedelai di tingkat perajin tahu dan tempe serta harga tahu dan tempe di pasar berada di tingkat yang wajar.

Baca juga: Kementan subsidi biaya distribusi kedelai bantu perajin tahu-tempe
Baca juga: Perajin tahu Jakarta Timur keluhkan tingginya harga kedelai
Baca juga: Harga kedelai turun, Kemendag harap perajin tahu bergairah produksi


Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar