Kemenkeu: seri SUN baru bantu tingginya penawaran lelang

id lelang SUN,pembiayaan APBN

Kemenkeu: seri SUN baru bantu tingginya penawaran lelang

Sejumlah karyawan BNI mengamati harga Surat Utang Negara (SUN) di BNI Treasury, Jakarta, Selasa (8/6). FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/Koz.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerbitan seri baru Surat Utang Negara (SUN) menjadi salah satu pemicu tingginya penawaran pada lelang rutin pada Selasa.

"Investor memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan seri SUN baru yang dilelang pertama kali pada hari ini," kata Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kemenkeu Deni Ridwan di Jakarta, Selasa.

Pada lelang hari ini, pemerintah menawarkan penerbitan tiga seri SUN baru yaitu FR0090 dengan tenor enam tahun, FR0091 dengan tenor 11 tahun, dan FR0092 dengan tenor 21 tahun.

Penawaran masuk dari tiga seri ini total mencapai Rp71,78 triliun, dengan rincian untuk seri FR0090 mencapai Rp22,68 triliun, FR091 mencapai Rp33,97 triliun dan FR0092 mencapai Rp15,13 triliun.

Rata-rata tingkat return yang dimenangkan untuk masing-masing tenor tersebut adalah 5,44603 persen, 6,58290 persen, dan 7,28986 persen. Kupon dari seri-seri baru tersebut masing-masing sebesar 5,125 persen untuk FR0090, 6,375 persen untuk FR0091 dan 7,125 persen untuk FR0092.

"Penawaran yang masuk (incoming bids) pada lelang hari ini cukup tinggi, yaitu mencapai Rp83,4 triliun, di tengah penerapan PPKM darurat. Total bids tersebut meningkat sebesar 19,2 persen dari lelang SUN sebelumnya yang mencapai Rp69,9 triliun," katanya.

Tingginya penawaran ini, lanjut dia, juga didominasi oleh partisipasi investor domestik yang mencapai 85,1 persen dari seluruh total penawaran masuk.

"Proporsi ini meningkat dibanding lelang SUN sebelumnya dimana partisipasi domestik mencapai 81,3 persen. Sementara, sekitar 14,9 persen bids berasal dari investor asing, dengan bid yang terkonsentrasi di SUN seri baru yang bertenor 6 dan 11 tahun," ujarnya.

Selain seri SUN baru, Deni menambahkan, lelang juga dipengaruhi oleh kondisi pasar global yang kondusif, karena yield US treasury yang stabil dan cenderung menurun, serta nilai tukar rupiah yang menguat.

"Dengan mempertimbangkan rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2021, yield atau imbal hasil SBN yang wajar di pasar sekunder, serta pemenuhan supply SUN dari pasar perdana, pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp34 triliun," ujarnya.

Dengan adanya lelang ini, maka secara keseluruhan jumlah pembiayaan negara yang berasal dari lelang SUN selama Januari-Juli 2021 mencapai Rp398,24 triliun.

Baca juga: Lelang SUN serap Rp34 triliun

Baca juga: Kemenkeu: Penawaran masuk lelang SUN cukup solid, meski pasar volatile

Baca juga: Lelang tujuh seri SUN serap Rp30 triliun

Baca juga: Kemenkeu pastikan kondisi global-domestik bantu realisasi lelang SUN

 

Pewarta : Satyagraha
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar