China laporkan lebih banyak kasus lokal COVID di Provinsi Jiangsu

id China,covid-19 china,kasus covid china,kasus corona china,Jiangsu China,Nanjing China

China laporkan lebih banyak kasus lokal COVID di Provinsi Jiangsu

Dokumentasi - Sejumlah warga menggunakan ponsel mereka untuk mengabadikan sakura mekar dekat Kuil Jiming, saat negara tersebut dilanda wabah virus corona, di Nanjing, provinsi Jiangsu, China, Sabtu (29/2/2020). ANTARA/REUTERS/STRINGER/tm

Beijing (ANTARA) - Provinsi Jiangsu di China timur pada Kamis (22/7) menemukan 12 pasien baru COVID-19 yang terinfeksi di dalam negeri, sehingga total kasus menjadi 23 sejak 20 Juli, dalam wabah lokal pertama sejak pandemi mulai merebak tahun lalu. 

Semua 23 kasus itu berada di Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu, menurut penghitungan terbaru pada Jumat.

Sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh pemerintah Kota Nanjing menyebutkan bahwa 20 pasien baru COVID-19 itu adalah pekerja di bandara Lukou Nanjing.

Nanjing telah memulai pengujian COVID-19 massal terhadap 9,3 juta penduduknya, menangguhkan jalur kereta bawah tanah yang menghubungkan bandara ke stasiun kereta api, dan menutup beberapa kompleks perumahan.

China melaporkan 48 kasus baru COVID-19 di daratan pada 22 Juli, turun dari 50 kasus pada sehari sebelumnya, kata otoritas kesehatan nasional negara itu pada Jumat.

Dari 48 kasus baru itu termasuk 36 pelancong masuk dan 12 pasien lokal, yang semuanya berada di Jiangsu.

Jumlah kasus baru COVID-19 tanpa gejala, yang tidak diklasifikasikan China sebagai kasus yang dikonfirmasi, naik menjadi 35 dari 18 kasus pada sehari sebelumnya.

Di antara kasus tanpa gejala itu, 10 adalah kasus infeksi lokal, yakni tujuh kasus di Jiangsu, satu di Kota Shenyang di timur laut, satu di Kota Zhongshan di selatan, dan satu di daerah He di provinsi timur, Anhui.

Pemerintah Zhongshan pada Kamis malam menyampaikan bahwa penduduk harus menghindari perjalanan yang tidak perlu ke luar kota dan bahwa kota tersebut telah memulai pengujian COVID-19 massal.

Warga yang meninggalkan kota untuk pergi ke luar  Guangdong --provinsi tempat Zhongshan terletak-- melalui stasiun kereta api, stasiun jalan raya, pelabuhan, dan stasiun bus antar-jemput harus memberikan bukti tes virus corona negatif dalam waktu 48 hari sebelum berangkat. Persyaratan itu tidak termasuk untuk para pelancong yang tiba hanya untuk transfer perjalanan.

Kasus orang terinfeksi di Zhongshan dan Shenyang telah masuk ke Nanjing sebelum terdeteksi, dan pasien COVID-19 di daerah He adalah suami dari pasien yang dikonfirmasi di Nanjing, menurut laporan otoritas setempat dan media pemerintah.

Akumulasi total kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di China daratan sekarang mencapai 92.462, sementara jumlah kematian akibat infeksi virus corona baru tetap tidak berubah, yakni 4.636 jiwa.

Sumber: Reuters

Baca juga: China tolak rencana WHO untuk tahap kedua penyelidikan asal COVID-19

Baca juga: Peneliti: Vaksin COVID-19 Zhifei jaga efek terhadap varian Delta

Baca juga: Lagi, China vonis mati pelanggar prokes COVID-19


 

Robot pengambil sampel usap hidung diluncurkan di Shenzhen, China


Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar