Kemarin, fenomena gelombang panas hingga oksigen untuk Papua

id berita kemarin Humaniora, rangkuman berita

Kemarin, fenomena gelombang panas hingga oksigen untuk Papua

Seorang pria mendinginkan tubuhnya di sebuah air mancur saat gelombang panas melanda New York City, New York, Amerika Serikat, Minggu (18/7/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Jeenah Moon/hp/cfo/am.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita humaniora yang mendapat perhatian pembaca pada Minggu (1/8) serta masih menarik untuk disimak mulai dari fenomena gelombang panas, sebaran varian Delta, kanker payudara, hingga bantuan oksigen untuk Papua.

Berikut ini sejumlah rangkuman berita humaniora kemarin yang dirangkum LKBN ANTARA:

1. BMKG: Fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia

Fenomena gelombang panas yang melanda sejumlah negara di benua Eropa dipastikan tidak terjadi di Indonesia, kata Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi Geofisika (BMKG), Herizal.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

2. Kemenkes: Varian Delta menyebar hampir merata di Indonesia

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi melaporkan varian Delta telah menyebar hampir merata di seluruh daerah di Indonesia berdasarkan hasil penelitian spesimen.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

3. Kanker payudara masih menjadi masalah besar negara berkembang

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengemukakan kanker payudara masih menjadi masalah besar di berbagai negara berkembang menyusul laporan angka kematian mencapai 685 ribu kasus hingga 2020.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

4. Kemenko Perekonomian bantu 50 unit konsentrator oksigen untuk Papua

Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Provinsi Papua menyatakan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akan membantu sebanyak 50 unit konsentrator oksigen untuk Provinsi Papua.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

5. Mahasiswa UB kembangkan bahan bakar dari limbah plastik

Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) mengembangkan bahan bakar minyak yang ramah lingkungan dengan bahan baku limbah plastik dan daun jeruk purut.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar