Imigrasi Tanjungpinang pulangkan 5 imigran Afghanistan ke negara asal

id Indonesia, pulangkan, lima imigran asal Afghanistan, ke negara asal

Imigrasi Tanjungpinang pulangkan 5 imigran Afghanistan ke negara asal

Rudenim Pusat Penuh Pencari suaka dari Afghanistan duduk dibelakang kantor Imigrasi Tanjungpinang akibat penuhnya kamar di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat di Tanjungpinang, Kepri, Selasa (5/5). Terbatasnya daya tampung Rudenim memaksa para pencari suaka tidur diemperan. (ANTARA/Yuli Seperi)

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Indonesia melalui Rumah Detensi Imigrasi Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, memulangkan lima imigran asal Afghanistan ke negara asal sejak Maret-Juni 2021.

Kepala Rudenim Tanjungpinang Mas Arie Yuliansa Dwi Putra, di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan pemulangan satu orang imigran asal Afghanistan dilakukan pada 18 Maret 2021. Pemulangan kedua terhadap tiga orang imigran asal Afghanistan dilakukan pada 29 April 2021.

Sementara pemulangan ketiga sebanyak satu orang pengungsi asal Afghanistan pada 30 Juni 2021.

"Para pengungsi ini tujuannya ke negara ketiga, Kanada, namun kami pulangkan ke negara asal," ujarnya.

Baca juga: Polisi bantu mediasi pertemuan imigran Afghanistan dengan IOM

Baca juga: Puluhan imigran asal Afghanistan di Kupang terpapar COVID-19


Saat ini, jumlah imigran yang tinggal di Hotel Bhadra, Kabupaten Bintan mencapai 428 orang. Mereka terdiri dari pengungsi asal Afghanistan mencapai 333 orang, Pakistan tujuh orang, Somalia 32 orang, dan Sudan 56 orang.

"Mereka sudah bertahun-tahun tinggal di Hotel Bhadra," ucapnya.

Ari mengemukakan seluruh imigran mendapatkan hak untuk melakukan aktivitas di luar Hotel Bhadra setiap hari mulai pagi hingga pukul 22.00 WIB. Namun mereka tidak dibenarkan melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

Setiap imigran yang melakukan pelanggaran hukum akan dikenakan sanksi berupa kurungan di sel Rudenim Tanjungpinang hingga wajib lapor. Pemberlakuan sanksi kepada para imigran nakal kerap diterapkan sebelum tahun 2021.

Tahun ini, kata dia, Rudenim Tanjungpinang tidak dapat menerapkan sanksi kepada para imigran yang nakal lantaran keterbatasan anggaran, terutama untuk pengadaan makan dan minum untuk imigran yang sedang menjalani pembinaan di sel Rudenim Tanjungpinang.

"Dalam kondisi anggaran yang terbatas, kami tetap melakukan pengawasan. Kami senantiasa mengingatkan para imigran untuk menaati ketentuan yang berlaku," tuturnya.*

Baca juga: Pengungsi luar negeri demo Rudenim Pekanbaru minta perbaikan fasilitas

Baca juga: Tiga pengungsi Afghanistan pulang secara sukarela dari Pekanbaru

Pewarta : Nikolas Panama
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar