Angka aktif COVID-19 di Boyolali turun 239 kasus

id Angka aktif COVID-19,di Boyolali turun 239 kasus

Angka aktif COVID-19 di Boyolali turun 239 kasus

Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali Ratri S Survivalina saat memberikan keterangan perkembangan data kasus COVID-19 di Boyolali. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

Boyolali (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali menyatakan angka aktif positif COVID-19 di wilayahnya, hingga Selasa ini, turun 239 kasus dibanding hari sebelumnya.

Menurut Kepala Dinkes Boyolali Ratri S Survivalina, jumlah pasien COVID-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 256 kasus dan menjalani isolasi mandiri 1.002 kasus. Sehingga, kasus aktif COVID-19 di Boyolali mencapai 1.256 kasus.

"Jumlah angka aktif COVID-19 sebanyak 1.256 kasus itu, mengalami penurunan 239 kasus dibanding hari sebelumnya mencapai 1.495 kasus," kata Ratri.

Angka penambahan kasus COVID-19 di Boyolali, hingga Selasa pukul 14.30 WIB, sebanyak 118 kasus atau menurun 38 kasus dibanding hari sebelumnya yang mencapai 156 kasus.

Baca juga: Menteri PUPR tinjau renovasi RSD COVID-19 di Boyolali

Baca juga: Tingkat keterisian ruang isolasi pasien COVID-19 di Boyolali menurun


"Angka penambahan kasus COVID-19 di Boyolali kini sebanyak 118 kasus itu, sehingga total secara akumulasi menjadi 22.122 kasus," kata Ratri.

Angka pasien sembuh dari COVID-19 di Boyolali juga terus bertambah yakni sebanyak 345 kasus atau meningkat 188 kasus dibanding hari sebelumnya mencapai 157 kasus.

Jumlah angka kematian karena COVID-19 di Boyolali bertambah sebanyak 12 kasus sehingga total menjadi 1.125 kasus. Jumlah tambahan itu, menurun dibanding hari sebelumnya angka kematian mencapai 34 kasus.

"Jumlah angka kesembuhan dari COVID-19 di Boyolali mencapai sekitar 89,2 persen dan angka kematian sekitar 5,1 persen," kata Ratri.

Menurut dia, program pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level III yang diterapkan pemerintah pusat hingga daerah ternyata berdampak besar terhadap turunnya kasus konfirmasi COVID-19.

Hal tersebut, kata dia, tentunya tak lepas dari partisipasi aktif masyarakat dengan mematuhi aturan PPKM yang berlaku. Kabupaten Boyolali merupakan salah satu daerah dengan tingkat kepatuhan masyarakat yang tinggi, hingga bisa menurunkan kasus penularan COVID-19 hingga sekarang.

"Boyolali kini masuk zona risiko rendah atau warna kuning dengan skoring indeks kesehatan masyarakat COVID-19, mencapai angka 2.45," katanya.

Kesadaran masyarakat Boyolali sudah cukup baik, dengan kepatuhan program PPKM dan Boyolali di Rumah Saja. Namun, masyarakat tetap diimbau menerapkan 6M yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci dengan sabun, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama.*

Baca juga: 3.681 OTG warga Boyolali-Jateng sedang jalani isolasi mandiri

Baca juga: Boyolali siapkan gedung isolasi terpusat antisipasi lonjakan COVID-19

Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar