Ketua MPR minta pemda pulau terluar perketat pembatasan mobilitas

id MPR RI,Bamsoet,COVID-19

Ketua MPR minta pemda pulau terluar perketat pembatasan mobilitas

Ketua MPR, Bambang Soesatyo. ANTARA/HO-MPR

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR, Bambang Soesatyo, meminta pemerintah daerah (pemda) terutama di pulau-pulau terluar untuk memperketat mobilitas demi mencegah lonjakan kasus Covid-19.

"Pemerintah daerah khususnya di pulau-pulau terluar harus memperketat pembatasan mobilitas warga seperti menutup sementara akses pelaku perjalanan," kata dia, dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ia menyebut lonjakan kasus Covid-19 di pulau-pulau terluar diperkirakan dipicu mobilitas orang dari luar daerah. Salah satu contoh lonjakan kasus tersebut terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.

Baca juga: Dirawat di Batam, kondisi Bupati Anambas yang terpapar covid stabil

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Anambas, sampai (2/8) lalu total kasus konfirmasi positif di pulau terluar Indonesia itu sebanyak 1.494 kasus.

Oleh karena itu, Ketua MPR juga meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Satgas Penanganan Covid-19 untuk meningkatkan pengawasan dan pemantauan atas perkembangan penyebaran Covid-19 di wilayah-wilayah tersebut.

Baca juga: Sempat nol, muncul lagi kasus baru COVID-19 di Kepulauan Anambas

Selanjutnya, para pihak terkait diminta mengevaluasi kebijakan khususnya di pulau-pulau terluar yang memiliki banyak kasus baru Covid-19 untuk dijadikan acuan pemerintah setempat dalam membuat serta mengeluarkan kebijakan yang lebih tepat.

Komitmen pemerintah, kata dia, menjadi penting untuk terus memantau kasus-kasus aktif Covid-19 di pulau-pulau terluar yang sedang mengalami lonjakan agar para pemangku kepentingan terkait dapat segera melakukan langkah antisipatif dalam menghadapi dan menekan lonjakan kasus tersebut.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Kepulauan Anambas terus bertambah

Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Perhubungan juga diminta untuk terus bersinergi dalam memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan dan pengawasan terhadap warga pendatang di pulau-pulau terluar. Mulai dari sarana prasarana pendukung kesehatan, obat-obatan, hingga dokter dan perawat mengingat masih terbatasnya fasilitas kesehatan di pulau-pulau terluar.

Ia juga meminta Kemenkes untuk terus berupaya melaksanakan program vaksinasi Covid-19 di pulau-pulau terluar secara masif agar tercipta kekebalan kelompok dan di saat yang sama juga dapat terus memastikan ketersediaan vaksin.

Baca juga: 53 pekerja perusahaan migas di Anambas positif COVID-19

"Pastikan stok vaksin didistribusikan dengan baik dan aman ke pulau-pulau terluar," ujarnya.

Pewarta : Muhammad Jasuma Fadholi
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar