Kaltim santuni 1000 lebih anak yatim korban COVID-19 Rp2,55 miliar

id bantuan anak yatim

Kaltim santuni 1000 lebih anak yatim korban COVID-19 Rp2,55 miliar

Gubernur Kaltim Isran Noor menyerahkan simbolis santunan anak yatim piatu COVID-19 senilai Rp2 juta per anak, di Berau, Jumat (10/9/2021). ANTARA/Arumanto.

Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menyantuni 1000 lebih anak yatim, piatu dan yatim piatu yang orang tuanya meninggal akibat terpapar COVID-19 di daerah itu senilai Rp2,55 miliar.

"Data hingga 8 September 2021, total jumlah anak yang diberikan santunan adalah 1.251 anak dan tadi bertambah lagi sebanyak 25 anak menjadi 1.276. Jika dikalikan Rp2 juta nilainya Rp2,55 miliar," kata Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Isran Noor, saat penyerahan santunan secara simbolis kepada tiga orang anak yatim/piatu/yatim piatu di Balai Mufakat Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Jumat.

Hadir pada kesempatan itu 27 anak, terdiri 13 laki-laki dan 14 perempuan.

Isran mengatakan, jumlah itu harus dibayarkan oleh Pemprov Kaltim dan hal itu tidak menjadi masalah, tidak rugi karena kebijakan itu untuk masyarakat.

Gubernur Isran Noor mengatakan santunan ini merupakan bentuk kepedulian dari pemerintah provinsi kepada anak-anak yatim, piatu dan yatim piatu yang orang tuanya meninggal terpapar COVID-19 di kabupaten/kota se-Kaltim.

Baca juga: Kementerian Sosial jangkau anak yatim piatu dengan program ATENSI Anak

"Kita di sini bersilaturahmi terkait dengan bantuan kemanusiaan. Yang paling mulia pada momen ini adalah anak-anakku yang menerima santunan, karena mereka ada yang tidak memiliki ibu, bapak atau ibu-bapak. Semoga kita semua diberikan kemudahan dalam menghadapi situasi pandemi ini," kata Isran Noor.

Gubernur Isran Noor sekali lagi menegaskan bahwa bantuan yang diberikan adalah murni untuk kemanusiaan, bukan mencari popularitas.

Isran Noor juga menyerahkan bantuan seribu paket sembako kepada Bupati Berau Sri Juniarsih untuk dibagikan kepada masyarakat Berau.

Bantuan sembako tersebut merupakan bagian dari kegiatan Gerakan Kebersamaan (Geber) Ikatan Keluarga Alumni Universitas Mulawarman (IKA Unmul) sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terkena dampak COVID-19 dan merupakan program kerja IKA Unmul yang sudah memasuki tahun kedua, sejak 2020.

"Sejak awal pandemi kami merasa sangat terpanggil untuk membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19. Dimulai dari mahasiswa yang kesulitan ketika adanya pembatasan di awal pandemi dan terus berlanjut sampai saat ini," kata Isran Noor.

Baca juga: DKI buat program bantuan untuk anak yatim piatu karena COVID

Menurut Isran Noor untuk menggerakkan ini, diperlukan koordinasi dan kerja sama dari seluruh pihak, termasuk peran dan keterlibatan dunia usaha, swasta, perbankan, BUMN/BUMD, komunitas keagamaan dan lainnya. 

"Semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk mengatasi masalah-masalah yang terjadi karena pandemi COVID-19 ini," pesan Isran.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian dari Pemprov Kaltim dan IKA Unmul, dalam upaya penanganan COVID-19 di Bumi Batiwakal.

Ia menegaskan akan segera menyalurkan bantuan sesuai data dan peruntukannya.

"Terima kasih. Kami akan segera menyalurkannya kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan pada saat pandemi ini," ucap Sri Juniarsih.

Baca juga: Mensos siapkan Rp24 miliar untuk anak yatim karena COVID-19

Pewarta : Arumanto
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar