Hery Haryanto Azumi: Politik elite tak boleh meninggalkan arus bawah

id Arus bawah, elit politik, politik elit

Hery Haryanto Azumi: Politik elite tak boleh meninggalkan arus bawah

Ketua Umum dan Pendiri Forum Satu Bangsa Hery Haryanto Azumi. ANTARA/HO-Dokumen Pribadi

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum dan Pendiri Forum Satu Bangsa Hery Haryanto Azumi menyebutkan elite politik dan politik elite tidak boleh meninggalkan arus bawah.

Hery Haryanto Azumi dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan elite politik nasional harus kembali kepada politik arus bawah (under current) karena arus bawah adalah basis legitimasi tidak hanya bagi para politisi, namun juga untuk partai politik bahkan Negara.

Hery mengatakan gerakan arus bawah tidak berarti anti Arus Atas, tetapi mensinergikan dan menyelaraskan semua potensi yang ada untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Gerakan arus bawah bukanlah revolusi seperti dalam sejarah barat, namun sebuah resolusi politik bagi Bangsa Indonesia," ucap dia.

Pilar harmoni dan sinergi menurut dia akan membedakan arah resolusi politik dari watak konflik yang ada dalam sejarah revolusi ala barat.

Salah satu model Resolusi ini adalah gagasan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin yang tertuang dalam cetak biru arus baru Indonesia. Arus baru Indonesia mendorong kerja sama antara arus bawah ekonomi dan arus atas (konglomerasi).

Karena kata dia hanya dengan kerja sama, win-win solution dapat tercapai. Kerja sama ekonomi akan memperkuat bukan memperlemah.

Baca juga: Pengamat harap elite politik libatkan arus bawah saat bentuk koalisi

Baca juga: Bantuan produktif dan optimisme ekonomi arus bawah di tengah pandemi

Hery Haryanto Azumi menyampaikan dalam kegiatan "Rembug Arus Bawah" yang melibatkan kaum Marhaen dan kaum Nahdliyyin.

Pembina Santri Millenial Center Gus Syauqi Maruf Amin turut hadir dan juga menjadi keynote speaker atau pembicara kunci dalam Rembug Arus Bawah itu, dan narasumber Cokro Wibowo Sumarsono sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda Desa Mandiri.

Rembug Arus Bawah tersebut juga dihadiri oleh berbagai elemen lintas agama dan lintas sektor, seperti Ansor, Pecalang, Paguyuban Tosan Aji, kelompok pelukis, kelompok pedagang, padepokan budaya.

Kemudian juga, pegiat lingkungan hidup, kelompok jaranan, pegiat desa wisata, kelompok peternak, laskar budaya, komunitas pupuk organik, paguyuban beladiri, dan alumni pesantren.

Para peserta memberikan sambutan antusias terhadap acara dan meminta agar forum rembug dilanjutkan secara kongkret agar menjadi gerakan akar rumput di seluruh Indonesia.

Dalam pembicara kunci  yang disampaikan, Gus Syauqi menegaskan bahwa Negara Indonesia ini dibangun atas dasar "kalimah sawa" (kesepakatan) di antara berbagai elemen arus bawah yang ada di negeri ini, baik yang berideologi keagamaan maupun kebangsaan. Landasan yang dibangun oleh para founding fathers negara ini harus terus dijaga dan dilanjutkan.

"Warisan kepahlawanan yang diturunkan oleh para pendiri bangsa harus diapresiasi oleh generasi bangsa hari ini dengan mewariskan kebesaran dan keagungan kepada masa depan," ucap Gus Syauqi.

Sementara itu, Cokro Wibowo menambahkan bahwa Rembug Arus Bawah diselenggarakan untuk menyatukan visi kaum arus bawah dalam memperjuangkan dan menyelamatkan arah bangsa.

"Kaum Marhaen dan Kaum Nahdliyyin dan kaum-kaum lainnya harus bersatu untuk mewujudkan politik yang memihak kepada arus bawah masyarakat Indonesia," ujarnya.

Pewarta : Boyke Ledy Watra
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar