Basarnas cari nelayan hilang di perairan Buton Selatan

id Basarnas,Buton Selatan,Nelayan hilang,Basarnas kendari

Basarnas cari nelayan hilang di perairan Buton Selatan

Tim Basarnas Kendari dari Pos SAR Baubau saat hendak memberikan bantuan SAR kepada seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat memancing Perairan Batuatas, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, Senin (11/10/2021).(ANTARA/HO-Humas Basarnas Kendari)

Kendari (ANTARA) - Basarnas melakukan pencarian terhadap seorang kakek bernama La Manggalo (60) yang dilaporkan hilang saat memancing ikan di perairan Pulau Batuatas, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Besarnas Kendari Aris Sofingi di Kendari, Senin mengatakan, pihaknya menerima informasi tersebut pada pukul 16.00 Wita. Kepala Desa Wacuala melaporkan bahwa korban diduga hilang saat memancing di perairan tersebut.

"Berdasarkan laporan tersebut, pada pukul 16.20 Wita tim penyelamat Pos SAR Baubau diberangkatkan menggunakan perahu karet menuju lokasi kecelakaan untuk memberikan bantuan SAR," kata dia melalui keterangan tertulis Humas Basarnas Kendari.

Berdasarkan laporan yang diterima dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, korban diperkirakan hilang saat memancing ikan sejauh dua mil laut (nautical mile) arah utara dari Desa Wacuala.

Korban dilaporkan keluar melaut sejak 9 Oktober 2021 pada pukul 21.00 Wita. Kebiasaan korban kembali dari melaut pada saat Subuh. Namun hingga pagi hari, La Manggalo tak kunjung kembali.

Telah dilakukan pencarian oleh keluarga korban dan masyarakat setempat, namun korban tak kunjung ditemukan sehingga kejadian itu dilaporkan ke Basarnas Kendari

"Telah dilakukan pencarian dengan menggunakan tujuh buah perahu milik keluarga dan masyarakat masyarakat setempat, tetapi hingga saat informasi ini diterima dengan hasil nihil," kata Aris.

Korban merupakan warga Desa Wacuala, Kecamatan Batuatas, Buton Selatan. Korban dilaporkan melaut menggunakan sampan berwarna biru dan menggunakan baju berwarna kuning. Korban juga memiliki riwayat sakit pada perut.
Baca juga: Pencarian nelayan hilang di Lampung Timur dilanjutkan Rabu
Baca juga: BPBD Sabu Raijua masih lakukan pencarian satu nelayan yang hilang

Pewarta : Muhammad Harianto
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar