Peringati Sumpah Pemuda, KPPPA dukung upaya forum remaja atasi masalah

id Agustina Erni ,peringatan sumpah pemuda

Peringati Sumpah Pemuda, KPPPA dukung upaya forum remaja atasi masalah

Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Agustina Erni. (ANTARA/HO-KemenPPPA)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendukung upaya forum-forum remaja dalam mengidentifikasi masalah remaja dan anak-anak.

Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kemen PPPA Agustina Erni melalui siaran pers di Jakarta, Kamis, mengatakan peringatan Sumpah Pemuda 2021 menjadi titik balik untuk berefleksi bahwa permasalahan anak dan pemuda yang dihadapi saat ini telah banyak berkembang seiring dengan perubahan zaman.

Oleh karena itu, kata dia, dibutuhkan sinergi banyak pihak, baik para anak, pelajar dan pemuda, serta peran pemerintah untuk mengisi perjuangan tersebut.

"Saya melihat teman-teman dari forum-forum remaja ini luar biasa, bisa mengidentifikasi berbagai masalah yang dihadapi oleh remaja dan anak-anak muda kita. Ini merupakan bagian dari bagaimana kita menerjemahkan Sumpah Pemuda karena perjuangan kita akan berbeda dengan pemuda-pemuda sebelumnya. Mereka berjuang demi memerdekakan negara kita dan ini tanggung jawab kita bersama mengisi kemerdekaan tersebut," kata dia.

Baca juga: KPPPA sebut pentingnya ruang bermain anak penuhi standardisasi

Hal itu, dikatakannya dalam acara penandatanganan nota kesepahaman dan webinar dalam rangka memaknai Hari Sumpah Pemuda "Mendengar Suara Pelajar/ Anak".

Dalam diskusi tersebut, Erni menekankan beberapa isu yang cukup penting yakni isu bidang pendidikan, perundungan, kesehatan reproduksi dan tingkat perceraian yang meningkat di mana seharusnya keluarga menjadi institusi yang kuat untuk memastikan pemenuhan hak tumbuh kembang anak.

"Saya juga menggarisbawahi mengenai masalah kesehatan mental anak yang tadinya belum terlalu muncul, namun sekarang mulai terlihat. Kami berdiskusi dengan Forum Anak, ternyata kesehatan mental anak menjadi isu yang banyak diungkapkan dan membutuhkan perhatian dari pemerintah maupun seluruh stakeholder. Karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, kita perlu bekerja sama dengan lembaga masyarakat, dalam hal ini lembaga-lembaga kepemudaan yang memiliki kepekaan dan empati kepada remaja lain yang mungkin belum seberuntung kita," kata Erni.

Baca juga: Kota peraih KLA komitmen buat regulasi lindungi anak dari iklan rokok
Baca juga: Kemen-PPPA dorong terpenuhinya hak partisipasi anak dalam pembangunan
Baca juga: KPPPA: Kesetaraan gender cegah anak stunting

Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar