Menaker: Presidensi G20 RI berusaha dorong pemulihan ketenagakerjaan

id G20,ketenagakerjaan

Menaker: Presidensi G20 RI berusaha dorong pemulihan ketenagakerjaan

Tangkapan layar Menaker Ida Fauziyah dalam acara peresmian dimulainya Presidensi G20 Indonesia bidang ketenagakerjaan, Jakarta, Kamis (9/12/2021) (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan Presidensi G20 Indonesia bidang ketenagakerjaan diharapkan dapat mendorong upaya bersama untuk meningkatkan kondisi ketenagakerjaan untuk pulih bersama.

Dalam acara pembukaan Kelompok Kerja G20 Bidang Ketenagakerjaan atau G20 Employment Working Group (EWG), Menaker Ida menjelaskan bahwa tema bidang ketenagakerjaan untuk Presidensi G20 Indonesia adalah meningkatkan kondisi ketenagakerjaan untuk pulih bersama.

"Presidensi G20 Indonesia berusaha mendorong upaya bersama untuk meningkatkan kondisi ketenagakerjaan dunia untuk pulih bersama dari double disruption yaitu pergeseran pekerjaan akibat digitalisasi atau otomasi yang dipercepat dengan adanya pandemi COVID-19," ujar Menaker Ida dalam acara yang dipantau virtual dari Jakarta pada Kamis.

Indonesia akan fokus dalam empat isu prioritas yaitu penciptaan lapangan pekerjaan yang berkelanjutan dalam menghadapi perubahan dunia kerja dan pasar kerja yang inklusif serta afirmasi pekerjaan untuk penyandang disabilitas.

Baca juga: Presidensi G20 momentum unjuk potensi e-commerce Indonesia pada dunia

Baca juga: Airlangga: Penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi berimbang


Isu ketenagakerjaan lain yang menjadi fokus Presidensi G20 Indonesia adalah pengembangan kapasitas SDM untuk pertumbuhan produktivitas yang berkelanjutan dan perlindungan tenaga kerja yang adaptif serta inklusif dalam merespons dunia kerja yang terus berubah.

Menaker mengatakan dalam pertemuan G20 pada tahun depan, posisi Presidensi G20 Indonesia harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperjuangkan kepentingan di bidang ketenagakerjaan.

Presidensi G20 Indonesia, tegas Ida, akan dimanfaatkan untuk berkontribusi bagi pembangunan ketenagakerjaan baik secara nasional, regional maupun global.

"Yang lebih merata, lebih adil dan tentu saja lebih inklusif bagi dunia yang lebih tangguh terhadap krisis serta bagi dunia yang lebih tangguh dalam menghadapi disrupsi digital dan perubahan iklim," demikian Ida.

Baca juga: Menaker-Menteri Perburuhan kelompok G20 bahas dampak COVID-19

Baca juga: Kemnaker matangkan persiapan Presidensi G20 Indonesia 2022

 

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar