"Gerimis" dan "Maklurah", upaya Kalbar cegah stunting

id gerakan minum susu,makan terlur di sekolah,pencegahan stunting,penanganan gizi buruk

Ilustrasi - Pelajar SD mengikuti pencanangan "Gerakan Minum Susu dan Telur" Kota Solo di Serengan, Solo, Jateng, Jumat (23/8). (ANTARA FOTO/Andika Betha)

Pontianak (ANTARA News) - Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat menggalakkan gerakan minum susu (Gerimis) dan makan telur di sekolah (Maklurah) di lingkungan sekolah untuk mencegah stunting seperti di SDN 93 Kecamatan Singkawang Utara.

Pasalnya, menurut Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, Abdul Manaf, salah satu faktor penyebab terjadinya stunting adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pangan dan gizi.

"Salah satunya adalah pola makan, jika pola ini tidak segera diubah maka masalah kesehatan akan timbul," ungkapnya di Pontianak, Jumat.

Oleh karena itu, perlu ada pembenahan pola makan di tengah masyarakat, yang ditindaklanjuti Kementerian Pertanian dengan konsep Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), termasuk di dalamnya Gerimis dan Maklurah.

Menurutnya, telur salah satu makanan yang memiliki gizi yang sangat tinggi, dimana sembilan asam amino terkandung di dalam telur. Bahkan, menurut para ahli gizi mengatakan, bahwa telur adalah salah satu makanan yang paling padat gizi.

Baca juga: Cara inklusif atasi ancaman stunting

Baca juga: Menkes Nila Moeloek tekankan fokus penanganan kasus stunting di daerah


Selain menggalakkan minum susu dan makan telur kepada anak, dia juga mengajak masyarakat Singkawang untuk bisa memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan.

"Seperti buah-buahan dan sayur-sayuran," katanya.

Menurutnya, anak usia dini harus sudah diajarkan cara pola makan yang benar. Karena anak-anak sekarang harus kita persiapkan untuk menghadapi tantangan dunia.

"Stunting itu gizi buruk yang kronis yang dapat mengakibatkan tingkat kecerdasan menjadi lambat, anak-anak kalau sekolah akan merasa ngantuk, dan lain-lain," kata Abdul Manaf.

Selain itu, gizi buruk juga akan mempengaruhi kesehatan yang bersifat permanen seperti gangguan hati, ginjal, jantung bahkan pertumbuhan sehingga menyebabkan ia lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.

Baca juga: Jokowi imbau masyarakat utamakan konsumsi bahan pangan lokal

Baca juga: Menkes : Pola asuh pegang peranan penting atasi stunting

Pewarta : Rendra Oxtora
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar