Dua dari lima terduga teroris Riau kelompok JAD

id teroris anggota jad,jad,mohammad iqbal

Dua dari lima terduga teroris Riau kelompok JAD

Arsip Petugas kepolisian melakukan penjagaan saat dilakukan penggeledahan di salah satu rumah terduga teroris di Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (4/6/2018). Penggeledahan tersebut dilakukan seusai penangkapan terduga teroris berinisial BW oleh Densus 88 Antiteror yang diduga merupakan terlibat jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). (ANTARA/Mohammad Ayudha)

Jakarta (ANTARA News) - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan bahwa dua dari lima orang terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror di Provinsi Riau pada Jumat (27/7) merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"AHD dan NSR merupakan jaringan teroris JAD Riau," kata Brigjen Iqbal di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, kelimanya ditangkap di beberapa wilayah berbeda di Riau pada hari yang sama.

Mulanya terduga teroris berinisial AHD ditangkap di parkiran PT PLN Rayon Simpang Tiga, Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru pada pukul 07.15 WIB.

Selanjutnya Densus bergerak ke Jalan Hang Tuah, Kelurahan Sail, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru untuk menangkap NSR pada pukul 07.50 WIB.

Siangnya, sekitar pukul 12.15 WIB, tim Densus menangkap terduga teroris RSL di Jalan Daru-daru III RT 04 RW 10 Kelurahan Pematang Kapau, Kecamatan Tanayan Raya, Pekanbaru.

Di waktu yang hampir bersamaan, Densus menciduk RH di dekat MTDA Al Huda Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru pada pukul 12.17 WIB.

Kemudian terakhir, terduga teroris MPA ditangkap di Pasar Bawah, Pekanbaru pada pukul 12.26 WIB.

Iqbal menyebut terduga teroris RSL, RH dan MPA merupakan kelompok Artanto alias Abdurrahman dan Hengki Satriya alias Abu Rafiq yang sebelumnya telah tertangkap di Sumatera Selatan.

"RSL, RH dan MPA merupakan jaringan kelompok yang tertangkap di Sumatera Selatan," katanya.

Namun demikian, Iqbal enggan merinci peranan kelimanya dalam tindak pidana terorisme.

Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar