Remaja puteri Mesir jadi Dubes RI sehari

id dubes mesir,helmy fauzi,girls takeover,kbri kairo

Remaja puteri Mesir jadi Dubes RI sehari

Duta Besar RI untuk Mesir Helmy Fauzi bersalaman dengan Dalia sebagai tanda dimulainya kegiatan satu hari menjadi "Dubes RI". (14/10/2018) ((Antaranews/Roy Rosa Bachtiar))

Jakarta (ANTARA News) - Seorang remaja putri Mesir bernama Dalia berkesempatan menjadi Duta Besar Republik Indonesia menggantikan Dubes Helmy Fauzi selama satu hari dalam rangka merayakan Hari Anak Perempuan Internasional.

 "Selain ingin menginspirasi anak dan remaja perempuan, kami juga ingin menunjukkan bahwa Indonesia telah melakukan banyak hal dalam mendorong isu kesetaraan gender," tutur Dubes Helmy melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Minggu.

Gadis berusia 21 tahun itu menggantikan Dubes Helmy melalui program Girls Takeover yang merupakan kolaborasi dari KBRI Kairo, Kementerian Solidaritas Sosial Mesir, LSM Plan International, dan Kedutaan Besar Kanada di Mesir.

Dalam menjalankan tugas sebagai dubes, Dalia mendapatkan paparan perkembangan terkini tentang Indonesia serta pengarahan dari Dubes Helmy dan jajaran diplomat perempuan seperti Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler Ninik Rahayu, Sekretaris II Ekonomi Novi Fitmawati, Sekretaris II Politik Siti Fauziah, dan Sekretaris III Penerangan Sosial dan Budaya Arum Primasty.

Proses seleksi dilakukan Plan International di sejumlah provinsi, dengan syarat utamanya tentu adalah remaja perempuan.

Sosok Dalia sendiri dinilai aktif dalam berbagai forum pemberdayaan perempuan di Mesir.

Dia aktif dalam sebuah organisasi nirlaba yang bergerak dalam pemberdayaan perempuan di luar Kairo.

Bersama kelompoknya, Dalia mencoba membangun ruang ramah perempuan yang memungkinkan kaum hawa bebas beraktivitas dan memperkaya kemampuan diri melalui berbagai kursus.
 
Dalia mengaku senang mendapat kesempatan menjadi Dubes RI.

"Indonesia adalah negara yang maju dalam pemberdayaan perempuan. Saya ingin berkunjung ke Indonesia untuk bertukar pengalaman dan belajar mengenai pemberdayaan perempuan, serta membawa hasilnya untuk diterapkan di Mesir," ujar dia.

Baca juga: Mahasiswi UGM rasakan jadi Dubes Denmark sehari

Pewarta : Roy Rosa Bachtiar
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar