Masyarakat berpenghasilan rendah masih sekitar 4,5 juta jiwa dan membutuhkan bantuan pemerintah untuk bisa mempunyai hunian yang layak
Semarang, 30/11 (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya memenuhi kebutuhan berupa rumah layak huni bagi masyarakat yang tergolong berpenghasilan rendah dan tidak mampu membeli rumah bersubsidi.

"Masyarakat berpenghasilan rendah masih sekitar 4,5 juta jiwa dan membutuhkan bantuan pemerintah untuk bisa mempunyai hunian yang layak," kata Kepala Seksi Perumahan Umum Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah Suprapta di Semarang, Jumat.

Ia menjelaskan masyarakat berpenghasilan rendah sulit memenuhi persyaratan untuk mendapatkan rumah bersubsidi, padahal memperoleh tempat tinggal yang layak merupakan hak tiap orang sehingga Pemprov Jateng berupaya membantu.

"Berbicara masalah rumah adalah hak semua orang, kalau kredit lewat bank pastinya tidak bisa diakomodasi, mereka juga tidak punya seperti NPWP kemudian penghasilannya  yang masih masih di bawah sekali," ujarnya

Terkait dengan keterbatasan lahan untuk membangun rumah layak, Pemprov Jateng berencana menyediakan lahan dan membangun rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pemprov Jateng, kata dia, akan membangun rusun yang nanti bisa disewa sehingga dapat meringankan beban masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah.

"Satu `twin blok` rusun bisa dihuni sekitar 72 kepala keluarga, kalau kita bangun 10 rusun, maka bisa membantu 700 kepala keluarga berpenghasilan rendah, nanti kita akan bangun satu rusun dulu," katanya.

Menurut dia, hal tersebut sebagai komitmen Pemprov Jateng dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki tempat tinggal yang layak.

Baca juga: Dana subsidi perumahan Kementerian PUPR masih besar, MBR berpeluang dapatkan rumah layak huni

Baca juga: Kementerian Sosial rehabilitasi 16.000 rumah tidak layak huni

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Andi Jauhary
Copyright © ANTARA 2018