55 relawan asing akan mengajar di indonesia

id Konsul Jenderal Amerika Serikat Mark McGovern ,Peace Corp Indonesia,Indonesia-Amerika Serikat,IAIN Kediri

55 relawan asing akan mengajar di indonesia

Program Pertukaran Pelajar Mahasiswa asal Amerika Serikat (kedua kiri) belajar memasak bersama murid SMPN 2 Kota Madiun, Jatim, Jumat (29/5/15). Mahasiswa Amerika Serikat itu mengikuti kegiatan di sekolah tersebut dalam rangka program pertukaran pelajar selama tiga minggu di Madiun.(ANTARA FOTO/Siswowidodo)

Kediri (ANTARA News) - Sebanyak 55 relawan dari "Peace Corp Indonesia" akan bertugas di berbagai sekolah di Jawa Timur, Jawa Barat, serta Nusa Tenggara Timur (NTT) selama 24 bulan, sebagai bagian dari kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat.

"Ini adalah jembatan bagi hubungan Indonesia dan Amerika. Setelah dua tahun, mereka akan berbagi pengalaman kehidupan dari Indonesia dan itu salah satu yang menggembirakan," kata Konsul Jenderal Amerika Serikat Mark McGovern setelah pelantikan para relawan itu di IAIN Kediri, Jawa Timur, Senin.

Sementara itu, "Country Director Peace Corps Indonesia" Jennifer Goette mengungkapkan dalam kegiatan tersebut memang diikuti 55 orang Amerika. Mereka secara resmi menjadi relawan "Peace Corps Indonesia".

Ia menyebut, mereka sebelumnya telah mengikuti pelatihan tentang bahasa Indonesia, bahasa daerah, budaya Indonesia teknik-teknik pengajaran, maupun cara menjaga kesehatan di lingkungan baru yang tentunya berbeda dengan lingkungan mereka sebelumnya.

Ia juga berharap, kerja sama ini nantinya bisa terus berlangsung. Adanya kegiatan ini juga turut membuktikan bahwa terdapat hubungan yang baik antara pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat.

"Harapannya semoga program ini terus berlanjut di kemudian hari, berpuluh-puluh tahun mendatang. Dukungan pemerintah Indonesia juga hal yang penting dalam program ini," kata Jennifer.

Sementara itu, Gina, salah seorang relawan yang ikut dalam acara itu mengaku sangat senang. Ia dengan teman-teman lainnya telah melakukan pendidikan dan hal ini menjadi pengalaman yang penting.

"Pengalaman tidak kalah penting bisa tinggal dengan keluarga di Indonesia. Nanti persiapan lagi kehidupan selama dua tahun di sini, tinggal dengan keluarga Indonesia," kata Gina.

Ia juga mengaku sebelumnya belum pernah mempunyai pengalaman mengajar. Ia hanya pernah ikut bekerja di rumah singgah. Namun, dirinya sudah berusaha dengan baik, sehingga ke depan siap untuk mengajar.

Rektor IAIN Kediri Nur Chamid mengaku sangat bangga menjadi tuan rumah untuk memberikan pendidikan bagi para relawan itu. Dirinya juga mengatakan sudah menjadi tugas dari pihaknya untuk memberikan kesan positif dalam program ini.

"Sebagai rektor kami mendukung. Tentu saya berterima kasih pada masyarakat, guru, untuk membantu rekan relawan dari Amerika. Tugas kami memberikan kesan positif terutama untuk warga di Kediri dan seluruh Indonesia," kata Nur.

Para relawan itu telah tiba pada 30 September 2018 dari Amerika Serikat. Para relawan itu merupakan angkatan ke sembilan dan telah belajar bahasa serta budaya Indonesia dengan tinggal bersama keluarga asuh di beberapa daerah baik Kota dan Kabupaten Kediri.

Nantinya, para relawan ini akan ditempatkan di tiga SMP, 20 SMA, 15 SMK, 10 MTs, dan tujuh MA di Jatim, Jabar, dan NTT. Mereka akan mengajar dengan guru Bahasa Inggris di sekolah setempat sekitar 20 jam setiap pekan, memimpin kegiatan ekstra kurikuler, dan berbagai kegiatan lainnya.

Baca juga: Indonesia-Amerika Serikat jaga momentum hubungan bilateral
Baca juga: Dubes AS; Investasi Amerika berperan penting dalam perekonomian Indonesia
Baca juga: "Diplomasi tempe" mendekatkan Indonesia dan Amerika Serikat

Pewarta : Destyan H. Sujarwoko
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar