Bupati Pesisir Selatan bagikan botol air minum ke pelajar

id Hendrajoni

Bupati Pesisir Selatan bagikan botol air minum ke pelajar

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni membagikan botol air minum ke puluhan pelajar usai melaksanakan apel pagi di TPA Gunung Bungkuak, Jumat (15/3). (Antara Sumbar/Didi Someldi Putra)

Painan, (ANTARA) - Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Hendrajoni membagikan botol air minum ke puluhan pelajar usai melaksanakan apel pagi di tempat pembuangan akhir (tpa) sampah di Gunung Bungkuak, daerah setempat, Jumat.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye menjaga kebersihan, dengan memiliki botol air minum sendiri pelajar telah berperan dalam meminimalkan sampah plastik dari air mineral kemasan," katanya, usai kegiatan itu di Painan.

Ia mengatakan, pelajar merupakan sasaran dari kampanye peduli sampah yang terus digalakkan di Pesisir Selatan.

Selain memiliki semangat yang tinggi dalam menyebarluaskan informasi, sebagai generasi muda ia menilai pelajar bisa dengan mudah menerima perubahan.

"Mudah-mudahan dengan kampanye yang secara terus menerus digelar mampu mengubah kebiasan-kebiasan pelajar dari yang awalnya mengabaikan menjadi memiliki perhatian khusus terhadap kebersihan lingkungan, terutama dari sampah plastik," katanya..

Selain membagikan botol plastik ke para pelajar, Bupati mengaku akan memantau mereka hingga ke sekolah masing-masing.

"Mulai hari ini hingga berikutnya saya akan menggelar kunjungan ke sekolah-sekolah secara acak, jika sekolah yang saya kunjungi terjaga kebersihannya maka akan diberikan hadiah khusus," ujarnya.

Hal tersebut lanjutnya, dilakukan agar sekolah-sekolah di daerah Pesisir Selatan senantiasa menjaga kebersihan sepanjang hari.

Sekolah tersebut mencakup seluruhnya mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga SMA, meski kewenangan SMA sudah ditangani pemerintah provinsi.

"SMA tetap akan menjadi perhatian karena bagaimanapun yang menuntut ilmu di sana juga generasi muda Pesisir Selatan," kata Bupati.

Pewarta : Syahrul Rahmat dan Didi Someldi Putra
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar