Korban tabrak lari di Tebet patah pergelangan tangan

id mobil tabrak motor,mobil

Korban tabrak lari di Tebet patah pergelangan tangan

Mobil Camry warna hitam yang dikemudikan tersangka DS (38) telah diamankan Kepolisian Daerah Metro Jaya, Kamis malam, selepas menabrak belasan pengendara motor di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis malam. (ANTARA News/HO/Direktorat Lalu-Lintas Polda Metro Jaya)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah pengendara dan pembonceng sepeda motor korban kecelakaan di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis malam, mengalami luka hingga patah pada pergelangan tangan setelah ditabrak mobil Camry yang dikemudikan pelaku tabrak lari DS (38).

Dalam keterangan tertulis Kasubdit Bidang Penegakkan Hukum Direktorat Lalu-Lintas Polda Metro Jaya, Kompol Nasser yang diterima ANTARA, korban yang mengalami luka patah tulang adalah Fitriah (43) warga Johar Baru, Jakarta Pusat.

Sementara, korban lain Salsabila Hanifa warga Setiabudi, Jakarta Selatan mengalami luka terbuka akibat kaki terseret setelah ditabrak DS.

"Pengemudi menabrak mobil Mercedes di Jalan Rasuna Said ke arah Warung Buncit sebelum underpass Kuningan Jakarta. Pengemudi lalu menabrak dua sepeda motor di Jalan Minangkabau dan dua sepeda motor di Jalan Saharjo," ujar Kompol Nasser.

Selain korban patah pergelangan tangan, lima korban lain tabrakan DS juga mengalami lecet dan memar hampir di seluruh tubuh mereka.

DS semula menabrak mobil Mercedes di Kuningan sekitar pukul 19.00 WIB, kemudian menabrak sepeda motor yang dikendarai Sandi Sutami di Jalan Minangkabau pada pukul 19.16 WIB.

Pada pukul 19.30 WIB, DS menabrak sepeda motor yang dikendarai Iwan di Jalan Minangkabau tidak jauh dari lokasi Sandi. Lalu di Jalan Saharjo, DS menabrak sepeda motor yang dikendarai Mohamad Erlan Syamsur.

Terakhir di jalan Masjid Arrahman Tebet arah jalan Minangkabau, DS menabrak sepeda motor yang dikendarai Salsabila Hanifa.

"Pelaku sedang di bawa ke rumah sakit. Kesimpulan dari dokter belum final. Belum diberikan ke penyidik," ujar Kompol Nasser.

Baca juga: Mobil tabrak belasan motor

Pewarta : Imam Santoso
Editor: Apep Suhendar
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar