Peneliti UIN riset bersama dengan peneliti Perancis

id Paris

Peneliti  UIN riset bersama dengan peneliti Perancis

Rombongan peneliti dari beberapa Universitas Islam Negeri (UIN) di Indonesia yang dipimpin Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis), Prof. Arskal Salim melakukan Matcmaking Workshop di Le Studium Orleans selama lima hari dari tanggal 29 April sampai 3 Mei. (Dokumen)

London (ANTARA) - Rombongan peneliti dari beberapa Universitas Islam Negeri (UIN) di Indonesia yang dipimpin Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis), Prof. Arskal Salim melakukan Matcmaking Workshop di Le Studium Orleans selama lima hari dari tanggal 29 April sampai 3 Mei .

Kegiatan ini merupakan strategi Diktis Kemenag meningkatkan kapasitas peneliti di UIN agar menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas dijembatani oleh Prof. Nicolas Gascoin, Atase Kerjasama Sains dan Teknologi Kedutaan Perancis di Jakarta berkoordinasi dengan Prof. Warsito, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris,dengan Dr. Aurélien Montagu, Scientific Relations Manager dari Le Studium membahas pelaksanaan secara teknis dan implementasi kegiatan.

Ke tujuh peneliti itu adalah Tjut Muthiadin dari UIN Alauddin Makasar, Khusna Amal dari IAIN Jember, Fajar Hardoyono IAIN Purwokerto, Oki Darmawan dari UIN Raden Intan Lampung, Haris Simaremare (UIN Suska Riau), Elis Ratnawulan (UIN SGD Bandung), dan Mohammad Taridi (UIN STS Jambi), melakukan peneilitian berbagai bidang, bidang hukum keluarga, pembelajaran Bahasa, dan sains.

Tema riset dari masing-masing peneliti didiskusikan secara langsung dengan peneliti dari Le Studium, jika terjadi kesepakatan tema penelitian tersebut, maka Diktis akan melakukan pembahasan skema pendanaan riset untuk pembiayaan peneliti dari UIN, demikian disampaikan Prof. Arskal.

Kegiatan matchmaking workshop ini diawali dengan pembukaan, Prof. Yves-Michel Ginot, Presiden Le Studium yang menyampaikan Le Studium dengan senang hati dan terbuka menyambut peneliti serta berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut, bahkan Le Studium terbuka untuk menerima penelitian Doktor, Post-Doktoral, dan visiting proffessor.

Sementara itu Prof. Nicolas Gascoin dalam presentasinya, mengulas tentang kerjasama riset bidang sains dan teknologi yang selama ini dilakukan antara peneliti Perancis dan Indonesia, pertumbuhan semakin meningkat tiap tahunnya, semua informasi juga dapat diakses di webnya IFI Jakarta.

Atase Pendidikan KBRI Paris, Prof. Warsito menyampaikan system Pendidikan di Indonesia sejak PAUD sampai dengan Pendidikan Tinggi, dengan berbagai penjelasan skema kerjasama penelitian untuk pendidikan tinggi yang ada di kementerian terkait, dan diakhiri dengan penjelasan peran dan fungsi Atdikbud KBRI Paris diantaranya memfasilitasi kerjasama pendidikan dan kebudayaan antara institusi di Perancis dan di Indonesia.

Prof. Arskal menyampaikan tentang kebijakan Kemenag di tingkat Pendidikan tinggi, diantaranya komitmen untuk mengirimkan para dosen di UIN untuk menempuh pendidikan program doctor baik di dalam maupun di luar negeri.

Setelah dilakukan penyajian para peneliti menyampaikan tema penelitian yang akan dilakukannya, dilanjutkan beberapa peneliti atau kepala laboratorium yang ada di Le Studium.

Di antaranya HDR. Dr. Mohamed Azaroual, Wakil Direktur Institut Ilmu Bumi Orleans (Institut des Sciences de la Terre d’Orleans) yang menyampaikan peresentasi tentang air bawah tanah, mulai dari teknik penggalian, analisis, sampai dengan teknik pemantauan kualitas menggunakan berbagai parameter yang dideteksi oleh sensor.

Pada hari kedua, peserta peneliti berkunjung ke laboratorium yang ada di Universite d’Orleans, Universite de Tours, dan beberapa laboratorium di propinsi Centre Val de Loire.(ZG).
 


Pewarta : Zeynita Gibbons
Editor: Eliswan Azly
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar