Jumlah pengangguran terbuka di Jakarta makin sedikit

id pengangguran, jakarta,penggangguran jakarta,dinas tenaga kerja

Jumlah pengangguran terbuka di Jakarta makin sedikit

Ilustrasi pelatihan keterampilan kerja guna mengurangi tingkat pengangguran terbuka. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Jakarta (ANTARA) - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi DKI Jakarta tercatat menurun sebesar 0,21 persen year on year (YoY). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, pada Februari 2019 TPT Provinsi DKI Jakarta sebesar 5,13 persen, atau turun jika dibandingkan pada Februari 2018, yaitu sebesar 5,34 persen.

Jumlah pengangguran berkurang sebanyak 10.530 orang, semula dari 290.120 orang pada Februari 2018, berkurang menjadi 279.590 orang pada Februari 2019.        

"Angka ini menunjukkan tren pencapaian TPT terbaik selama 10 tahun terakhir," kata Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati, dalam keterangan tertulis di Jakarta Pusat, Jumat.

Hal ini disebabkan kinerja di sektor-sektor perekonomian meningkat. “Kami bisa menurunkan angka pengangguran hingga 10.530 orang. Ada target lima tahunan tapi tidak langsung ke tingkat pengangguran, melainkan ke pencapaian penyaluran tenaga kerjanya dengan target pencapaian tahun ini 21.000 orang," katanya.

Sementara itu, masih berdasarkan data BPS DKI Jakarta, jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2019 sebesar 5.167.920 orang, atau meningkat sebesar 28.850 orang dari Februari 2018 yang hanya 5.139.080 orang.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta berupaya menyelesaikan permasalahan pengangguran dengan cara memfasilitasi perluasan kerja dan kesempatan kerja.

Pada 2018 mereka telah melakukan berbagai kegiatan sebagai upaya mengurangi jumlah pengangguran di Provinsi DKI Jakarta, di antaranya memberi pelatihan para pencari kerja di tujuh Pusat Pelatihan Kerja Daerah dengan jumlah peserta pelatihan 12.702 orang dari 23 kejuruan.

Serta mengoptimalkan peran serta Bursa Kerja Khusus di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan dan Universitas dalam rangka mendorong penempatan calon tenaga kerja yang baru lulus.

Sehingga dapat menyelesaikan permasalahan pengangguran friksional (pengangguran yang sifatnya sementara, terjadi karena ada lulusan baru, dipecat atau orang yang berganti pekerjaan).

Pewarta : Susylo Asmalyah
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar