Mulai ada peningkatan pemudik kapal feri Situbondo-Sumenep

id jangkar-madura, pemudik ke sumenep,madura,jatim

Mulai ada peningkatan pemudik kapal feri Situbondo-Sumenep

Pemudik antre memasuki kapal cepat Marina Srikandi 11 dalam Mudik Bareng Gratis 2018 di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, Minggu (10/6). Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan 4 rute mudik gratis menggunakan kapal cepat tahun 2018 salah satunya tujuan Pulau Raas, Sumenep, Madura. Antara Jatim/Seno/18.

Situbondo (ANTARA) - Jumlah penumpang rute Pelabuhan Feri Jangkar Situbondo ke Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, mulai meningkat hingga 100 persen dari hari biasa karena sebagian warga perantauan memilih mudik lebih awal pada Lebaran 1440 Hijriah ini.

"Pada hari Rabu (15/5) memang jumlah penumpang kapal feri tujuan Pulau Raas meningkat 50 persen, jika sebelumnya jumlah penumpang sekitar 100 orang, namun kemarin lebih dari 200 orang penumpang," kata Pelaksana Tugas Kepala UPT Pelabuhan Feri Jangkar, Kabupaten Situbondo, Tri Wahyono di Situbondo, Jawa Timur, Kamis.

Ia mengemukakan, peningkatan jumlah penumpang kapal feri tujuan Pulau Raas sempat membuat petugas pelabuhan terkejut, mengingat Lebaran 2019 diperkirakan masih sekitar 20 hari lagi.

Mayoritas penumpang kapal feri tujuan kepulauan di Madura itu, katanya, merupakan perantauan yang ada di Pulau Bali, dan mudik lebih awal karena kekhawatiran tidak mendapatkan tiket kapal saat menjelang Lebaran nanti.

"Sebagian besar penumpang kapal mengaku mudik lebih awal selain khawatir tidak mendapatkan tiket dan antre, juga karena di tempat mereka bekerja juga sudah mulai sepi," ujarnya.

Tri Wahyono menambahkan, sedangkan jumlah penumpang rute Jangkar - Kalianget dan Jangkar - Pulau Sepudi sejauh ini, belum ada peningkatan yang signifikan.

"Kalau penumpang tujuan ke Kalianget dan Sepudi memang ada peningkatan, tapi tidak terlalu banyak, mungkin sekitar 10 hingga 20 persen," katanya. 

Baca juga: Penumpang Penuhi Penyeberangan Sumenep-situbondo

 

Pewarta : Masuki M. Astro/Novi Husdinarianto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar