Buka puasa diselenggarakan Permabudhi, dihadiri Sekda Kota Makassar

id Sekda kota Makassar,Buka bersama permabudhi,Hati raya waisak,Umat budha,Buka puasa bersama,ramadhan 1440 H,sambut ramadhan,tradisi ramadhan,bulan puas

Buka puasa diselenggarakan Permabudhi, dihadiri Sekda Kota Makassar

Sekertaris Daerah Kota Makasar Muh Anshar memberikan sambutan saat buka puasa bersama digelar Permabudhi Sulawesi Selatan di Makassar, Minggu (19/5/2019). (ANTARA/Humas Pemkot Makassar).

Makassar (ANTARA) - Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan menggelar buka puasa bersama yang dihadiri Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Makassar Muh Ansar di Aula Wihara Sasanadipa, Makassar, Minggu

Buka puasa tersebut digelar, selain untuk menghargai umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa juga dalam rangka merayakan Hari Tri Suci Waisak 2019.

"Undangan buka puasa bersama hari ini yang digelar oleh Permabudhi merupakan sebuah kehormatan dan penghargaan bagi seluruh umat Islam di kota Makassar," ujar Ansar.

Kegiatan itui bukan hanya dihadiri umat Islam dan Buddha, namun juga perwakilan dari umat Kristiani di daerah itu.

"Ini wujud toleransi yang kuat, karena kita sama menyadari bahwa agama pada dasarnya mengajarkan hal yang sama, tentang kebaikan yang berasal dari hati," kata Ansar yang juga mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar itu.

Ketua Permabudhi Sulsel Yonggris pada kesempatan tersebut mengemukakan tentang berkat dan kemuliaan bulan itu.

"Bulan ini menjadi bulan mulia dan suci. Bagi kami Buddha hari ini merupakan Hari Waisak, tri suci, sedangkan saudara kami yang Muslim juga sedang menjalankan ibadah suci Ramadhan," kata dia

Peristiwa itu, kata dia, merupakan kesempatan yang baik untuk mewujudkan kebersamaan dan membina jaringan dari hati ke hati.

Peringatan Waisak sekaligus buka puasa bersama tersebut, juga dihadiri Kepala Polda Sulsel Irjen Pol Hamidin, Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulsel, dan pegiat Forum Kerukunan Umat Beragama di daerah itu.
 

Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar