40 jam terbakar, Pasar Kosambi dinyatakan padam

id Kebakaran, Diskar PB, Pasar Kosambi

40 jam terbakar, Pasar Kosambi dinyatakan padam

Warga melihat kios yang hangus terbakar di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin (20/5/2019). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Bandung (ANTARA) - Api yang melalap Pasar Kosambi Kota Bandung, Jawa Barat sudah padam sekitar jam 17.00 WIB, setelah sekitar 40 jam melakukan proses pemadaman, kata Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung.

"Kita sudah bisa memastikan dengan kacamata petugas Damkar, jam 5 kita sudah bisa memastikan bahwa posisi sudah aman. Dalam artian tidak ada lagi titik api, dan semuanya kita sudah bisa padamkan," kata Kasi Operasi Pemadaman Diskar PB Kota Bandung, Asep Rahmat di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Senin.

Jika pun ada sebuah area yang masih panas, kata dia, itu hanya efek dari suhu ruangan saja. Dia mengatakan seluruh area Pasar Kosambi sudah dalam tahap pendinginan.

"Insya Allah tidak ada lagi perambatan, nanti kita akan cek dengan PD Pasar dan kepolisian bahwa kita sudah lakukan pemadaman," kata dia.

Dia memastikan bahwa sudah tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kembali percikan api atau panas yang bisa kembali membakar.

"Pada saat kita pulang, kondisi sudah aman. Semoga kita tidak dipanggil lagi," katanya.

Dengan kejadian tersebut dia belum bisa menaksir berapa total kerugian bagi pedagang yang terdampak.

"Ada yang sekian ratus juta, ada yang mungkin satu miliar, yang di semi-basement ini semuanya habis (hangus). Hanya beberapa sudut saja yang bisa diselamatkan," katanya.

Walaupun demikian, dia mengatakan kejadian tersebut tidak menumbulkan korban jiwa. Korban hanya berasal dari petugas dinas kebakaran akibat asap kebakaran dan ada yang hingga dirawat.

Hingga Senin siang, Diskar PB menurunkan 26 unit mobil pancar, yang termasuk bantuan dari wilayah lain seperti Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan sejumlah unsur lainnya.

Baca juga: Wali Kota Bandung evaluasi kondisi Pasar Kosambi usai kebakaran
Baca juga: Titik api di Pasar Kosambi masih belum seluruhnya padam


Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar