600 pemuda akan ikuti Kemah Budaya Kaum Muda

id Kemah budaya kaum muda, hilmar farid, pemajuan kebudayaan

600 pemuda akan ikuti Kemah Budaya Kaum Muda

Ilustrasi. Suasana penanaman mangrove oleh peserta Kemah Budaya Nasional (KBN) di Parigi, Sulawesi Tengah, Jumat (21/9). (ANTARA/HO/Humas Pemda Parimo)

Jakarta (ANTARA) - Sekitar 600 pemuda akan mengikuti Kemah Budaya Kaum Muda yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kebudayaan pada 21 sampai 25 Juli 2019 di Kompleks Candi Prambanan, Jawa Tengah

Kemah Budaya Kaum Muda tersebut akan menjadi forum bagi anak-anak muda untuk membicarakan  pemajuan kebudayaan.

"Energi yang besar ada pada anak muda, jadi kemah budaya ini diharapkan menjadi ruang untuk bertukar pikiran," kata Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid di Jakarta, Selasa. 

Kegiatan ini berbasis interaksi kreatif antarkaum muda sebagai garda-depan (avant-garde) pemajuan kebudayaan dengan menggunakan pendekatan terpadu di bidang Science, Technology, Engineering, Arts dan Mathematics (STEAM). 

Hilmar mengatakan dengan ada ruang tersebut pihaknya ingin melihat macam-macam inovasi yang dapat dihasilkan oleh kaum muda yang lebih dekat dengan dunia digital.

"Mereka mungkin punya inovasi yang tidak dimiliki angkatan-angkatan sebelumnya," katanya.

Hilmar Farid menyebut hasil kegiatan Kemah Budaya Kaum Muda ini dibagi dalam empat subkategori yang  berasal dari dua kategori yakni purwarupa atau produk dan aktivasi sosial yang masing-masing memiliki dua subkategori.

“Yang purwarupa dibagi dalam subkategori purwarupa aplikasi dan purwarupa fisik. Sementara kategori aktivasi sosial dibagi menjadi aktivasi kegiatan dan aktivasi kajian,” kata Hilmar.

Secara detil pengertian purwarupa aplikasi merupakan prototipe aplikasi digital yang bertujuan memajukan kebudayaan. Bentuknya bisa aplikasi pelaporan persekusi, permainan daring, dan lain-lain.

Sementara aplikasi fisik mencakup pada prototipe fisik yang memiliki tujuan sama dengan aplikasi, yakni memajukan kebudayaan.

“Contohnya bisa mesin pemindai manuskrip lontar atau kendaraan yang didesain dengan perspektif budaya tradisi dan ramah lingkungan,” ujar dia.

Adapun subkategori aktivasi kegiatan diartikan sebagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam upaya pemajuan kebudayaan.

Misalnya lewat mengajak warga mendaur ulang sampah menjadi sebuah produk kebudayaan dan menggelar pameran sebagai tindak lanjut dari kegiatan daur ulang.

Sedangkan subkategori aktivasi kajian menitikberatkan pada kegiatan pendataan dan pengkajian yang melibatkan masyarakat dalam upaya pemajuan kebudayaan.

“Misalnya pemberdayaan masyarakat dalam merekam bunyi nyanyian-nyanyian tradisi dan dipentaskan dalam Festival Suara Tradisi,” katanya.

Baca juga: Kemah Budaya Kaum Muda dilaksanakan di kompleks Prambanan
 

Pewarta : Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar