PMI Bali sebar ribuan masker di area terdampak erupsi Gunung Agung

id Gunung Agung ,Palang Merah Indonesia ,PMI Bali ,Sebar Ribuan Masker ,Erupsi

PMI Bali sebar ribuan masker di area terdampak erupsi Gunung Agung

Relawan PMI Bali membagikan masker kepada pengguna sepeda motor di wilayah Karangasem. (Foto: Humas PMI)

Bali (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) membagikan masker kepada masyarakat yang mengalami dampak abu vulkanik pascaerupsi Gunung Agung yang berada di Karangasem, Bali.

"Masker yang dibagikan kepada warga ini untuk membantu warga yang sedang bepergian atau yang tidak memiliki persediaan antisipasi debu dari gunung yang erupsi tersebut terhirup dan bisa menyebabkan panyakit," kata Kepala Markas PMI Karangasem I Wayan Saputra di Bali melalui sambungan telepon, Sabtu.

Selain itu, pembagian masker ini untuk mengantisipasi jika ada letusan gunung dan ada hujan abu vulkanik lagi.

Setiap orang diberi dua masker sementara satu kepala keluarga diberi 10 masker.

Dalam pembagian masker ini pihaknya menerjunkan relawannya, dimana saat ini pembagian masih berlangsung. Setiap pengguna jalan baik warga yang memakai sepeda motor, mobil bahkan truk juga diberhentikan oleh anggota PMI untuk diberi masker.

Masker yang sudah didistribusikan kepada warga di Banjardinas, Kecamatan Babandem mencapai1.550 lembar masker. Dan relawan terus bergerak ke sejumlah lokasi khususnya yang terdampak untuk memberikan bantuan dan pelayanan lainnya.

Saat ini, Gunung Agung berada pada Status Level III (Siaga), karena itu masyarakat di sekitar gunung, pendaki, pengunjung serta wisatawan diimbau agar tidak berada di dekat lokasi erupsi dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya yaitu di seluruh area dalam radius 4 km dari Kawah Puncak Gunung Agung.

Zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi serta dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung. 

Baca juga: Gunung Agung erupsi dengan kolom abu dua kilometer
Baca juga: Gunung Agung erupsi, sejumlah penerbangan dibatalkan


 

Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar