Wisatawan yang datang ke laut Sukabumi berkurang di H+3

id Libur Lebaran ,Laut Selatan Sukabumi,Kabupaten Sukabumi ,Balawista Sukabumi ,FKSD Sukabumi ,Geopark Ciletuh Palabuhanratu

Wisatawan yang datang ke laut Sukabumi berkurang di H+3

Hari terakhir libur lebaran pada Minggu, (9/6/2019) objek wisata Laut Selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada pagi hari masih dipadati ribuan wisatawan yang datang dari berbagi daerah. (ANTARA/Aditya Rohman).

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Di penghujung libur Lebaran pada Minggu, (9/6) wisatawan yang datang ke berbagai objek wisata laut Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berkurang drastis dibandingkan pada Jumat, (7/6) dan Sabtu, (8/6).

"Kepadatan wisatawan hanya terjadi pada pagi hari, namun saat siang atau waktu Solat Dzuhur sekitar pukul 12.00 WIB aktivitas wisatawan seperti di Pantai Citepus, Istikomah, Sanset, Karanghawu hingga Cibangban berangsur berkurang. Menjelang sore beberapa objek wisata laut tersebut lebih lengang," kata Kepala Operasi dan SDM Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi Asep Edom Saepulah di Palabuhanratu, Ahad.

Dari pantauan di beberapa titik objek wisata Laut Selatan ini, pada pagi hari seluruh titik pantau dipadati pengunjung karena membludaknya wisatawan yang beraktivitas di laut seperti berenang bermain pasir dan lainnya.

Namun, saat siang harinya wisatawan mulai meninggalkan objek wisata yang merupakan kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Selain itu,, arus kendaraan wisatawan baik sepeda motor maupun mobil sudah mengantre untuk keluar dari destinasi wisata andalan Kabupaten Sukabumi ini.

Dan di waktu sore, pantai relatif lengang berbeda dengan beberapa hari sebelumnya, meskipun hari sudah mulai gelap atau menjelang Magrib tetapi, pengunjung masih memadati area pantai. Bahkan petugas keamanan pun kesulitan memberikan imbauan kepada wisatawan agar segera naik ke darat.

Menurutnya, biasanya di hari terakhir libur lebaran wisatawan membludak hingga sore. Tetapi, karena saat ini sedang musim ubur-ubur bermigrasi dan banyak wisatawan yang tersengat tentakelnya sehingga memutuskan untuk pulang lebih awal.

"Kemungkinan jika tidak ada kasus wisatawan tersengat ubur-ubur, pengunjung akan tetap bertahan hingga sore hari. Alhamdulillah di hari terakhir libur Lebaran tidak ada kasus kecelakaan laut seperti wisatawan yang terbawa arus maupun tenggelam," katanya.

Asep mengatakan selama libur Lebaran tahun ini tidak ada wisatawan yang menjadi korban meninggal dunia akibat tenggelam di laut. Namun, demikian kasus kecelakaan laut ada sepergi pengunjung yang terbawa arus dan tenggelam, namun seluruhnya berhasil diselamatkan.

Sementara, Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukaumi Okih Fajri mengatakan sejak hari pertama lebaran hingga pengujung libur dan cuti bersama Idul Fitri 1440 H kondisi wisatawan aman dan terkendali.

Walaupun libur Lebaran sudah berakhir, tetapi pihaknya masih tetap bersiaga di pantai karena tidak semua wisatawan pulang, selain itu kedatangan pengunjung pun masih tetap ramai, tapi tidak seramai satu dua hari terakhir.*

Baca juga: Balawista Sukabumi berhasil selamatkan belasan wisatawan tenggelam

Baca juga: Ubur-ubur muncul di objek wisata laut Sukabumi

Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar