Pengamat: AirAsia bisa jadi contoh jika mampu perbaiki keuangan

id Penerbangan,AirAsia,kinerja keuangan,polemik maskapai

Pengamat: AirAsia bisa jadi contoh jika mampu perbaiki keuangan

AirAsia jenis Air Bus A320 saat mendarat di Bandara Internasional Silangit (ANTARA/Ist) (ANTARA/Ist)

Jakarta (ANTARA) - Pengamat penerbangan Gatot Raharjo menilai maskapai berbiaya murah bisa menjadi contoh maskapai lainnya di tengah masa sulit apabila terbukti mampu memperbaiki kinerja keuangannya di kuartal I-2019 ini.

“Jika kinerja IAA membaik, maka ini bisa menjadi contoh bagi maskapai lain, bahwa ternyata ada maskapai berjadwal yang bisa menjual tiket murah dan tetap baik kinerja keuangannya,” kata Gatot dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Menurut Gatot, Airasia selama ini dijadikan contoh berbagai pihak tentang tarifnya yang bisa murah, namun banyak yang tidak mencermati bagaimana kinerja operasionalnya.

“Patut ditunggu, apa hasil kinerja mereka, terutama soal keuntungan apa kerugian yang didapat,” katanya.

Pernyataan tersebut menyusul “public expose” AirAsia Indonesia (IAA) terkait kinerja keuangan dalam kuartal I-2019.

“Pangsa pasar IAA memang cuma sekitar dua persen di penerbangan domestik. Namun ditengah kondisi maskapai yang menjerit, dari ‘public expose’ IAA ini bisa memperkuat jeritan maskapai atau justru menjadi anomali dan patut dicontoh kinerjanya,” katanya.

Namun, lanjut dia, jika kerugian yang didapat, patut dipertanyakan kebijakan tarif murah yang selalu dikampanyekan.

“Walaupun biasanya pada Kuartal 1 itu masa sepi penumpang, namun dari Kuartal 1 itu bisa menjadi gambaran kinerja maskapai sepanjang tahun,” katanya.

Berdasarkan catatan, selama empat tahun Airasia Indonesia belum pernah mendapat keuntungan, bahkan pada 2018 kerugiannya hampir Rp1 triliun.

Jika, AirAsia mengulang kerugian, Gatot berpendapat, hal ini menjadi perhatian bagi pemerintah sebagai pembina penerbangan nasional untuk membuat kebijakan yang bisa membuat maskapai bertahan hidup dan bahkan tumbuh dan berkembang.

“Jika terlambat, niscaya maskapai akan berguguran atau tetap mencanangkan tarif tinggi dan merugikan masyarakat,” katanya.

Baca juga: AirAsia luncurkan lima rute domestik baru

Baca juga: Menteri BUMN minta maskapai hitung struktur biaya penerbangan

Baca juga: Pemerintah desak efisiensi avtur guna tekan biaya penerbangan


 


Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar