BPBD: Banjir rendam empat kecamatan di Nunukan

id banjir nunukan, bpbd nunukan, sungai pensiangan, sungai sembakung

BPBD: Banjir rendam empat kecamatan di Nunukan

Banjir yang menenggelamkan salah satu perkantoran di Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan.

Nunukan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan menyebutkan hujan dengan intensitas tinggi akhir-akhir ini di daerah itu menyebabkan empat terendam banjir.

Keempat kecamatan tersebut adalah Krayan, Lumbis, Sembakung dan Sembakung Atulai.

Kepala BPBD Kabupaten Nunukan Rachmaji Sukirno, Rabu menyatakan, banjir yang melanda tiga kecamatan yaitu Lumbis, Sembakung dan Sembakung Atulai disebabkan oleh luapan Sungai Pensiangan yang hulunya di wilayah Malaysia.

Sehubungan dengan banjir yang melanda ketiga kecamatan tersebut terparah di Kecamatan Sembakung dengan ketinggian hingga lantai rumah panggung.

Banjir kiriman dari Negeri Sabah Malaysia ini menenggelamkan pula sejumlah fasilitas umum yang jaraknya dekat dengan sungai tersebut seperti sekolah, perkantoran dan lain-lainnya.

BPBD Nunukan, kata Rachmaji,siap mengirimkan logistik untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat yang menjadi korban banjir yang telah berlangsung sejak beberapa hari ini.

Rachmaji menambahkan, tinggi permukaan air Sungai Sembakung yang merupakan hilir Sungai Pensiangan ini semakin meningkat sehingga BPBD Kabupaten Nunukan mengintensifkan pemantauan.

Guna memaksimalkan pemantauan dan memberikan dukungan personil di lapangan, BPBD Nunukan mengirimkan bantuan personil ke lokasi banjir di Kecamatan Sembakung sejak Senin (24/6).

"Iya betul, kita sudah berangkatkan bantuan personil untuk membantu pemantauan dan bergabung dengan tim tagana dan tim kecamatan yang ada di sana", tutur dia.

Kemudian lokasi banjir lainnya di Kecamatan Sembakung dan Lumbis, Pemkab Nunukan juga segera mengirimkan bantuan untuk keperluan mendesak.

"Insya Allah kalau memang diperlukan di sana logistik siap dan memang kami ada posko di sana juga, untuk penanganan tanggap bencana", tambah Rachmadji.

Sementara itu, keterangan dari anggota KSB Sembakung (Kampung Siaga Bencana), Endi Suhendi bahwa permukaan air perlahan lahan masih terus naik hingga malam dan terus dilakukan pemantauan.

"Ini tim dari BPBD Nunukan juga sudah ada di Sembakung, besok mereka akan melakukan monitoring", tutur Endi menjelaskan.

Personil BPBD yang telah dikirim tersebut setiba di Sembakung langsung melakukan pemantauan dan akan melakukan monitoring lebih intensif esok hari.

Mengenai jumlah rumah dan fasilitas umum yang tergenang belum dilakukan pendataan secara rinci.

Baca juga: Banjir kiriman Malaysia tenggelamkan sebagian wilayah Nunukan
Baca juga: Banjir kiriman Malaysia rendam sejumlah wilayah Nunukan
Baca juga: Sembilan sekolah diliburkan akibat banjir kiriman Malaysia

Pewarta : Rusman
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar