Pengalihan lalu lintas Monas, KAI Imbau calon penumpang atur waktu

id KAI,Stasiun Gambir,aksi massa,Sengketa Pemilu 2019,Kawasan Monas

Pengalihan lalu lintas Monas, KAI Imbau calon penumpang atur waktu

Ilustrasi. Anjing pelacak Polda Metro Jaya menyisir peron di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (4/6/2019). Penyisiran itu untuk mengantisipasi adanya bahan peledak. (Antara News/Dewa KS Wiguna)

Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia mengimbau para calon penumpang untuk mengatur waktu menuju Stasiun Gambir karena adanya pengalihan lalu lintas di Kawasan Monas menyusul pengumuman hasil sidang sengketa Pemilu 2019.

“Guna mengantisipasi resiko serta meminimalisir keterlambatan para calon penumpang kereta api (KA) jika terjebak macet akibat penumpukan kendaraan dan kesulitan menuju Stasiun Gambir, PT KAI Daop 1 Jakarta menghimbau para calon penumpang untuk mengatur waktu keberangkatan,” kata Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa dalam keterangan tetulis di Jakarta, Kamis.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menerapkan penutupan jalan dibeberapa ruas jalan di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat mulai Rabu (26/6).

Penutupan jalan ini tentunya berdampak adanya pengalihan arus lalu lintas ke ruas jalan sekitarnya khususnya di area Stasiun Gambir dab berpotensi pada kemacetan lalu lintas kendaraan di sekitar stasiun.

“Meski berpotensi terjadi kemacetan di beberapa ruas jalan sekitar Stasiun Gambir, namun operasional kereta api (KA) tetap berjalan normal sesuai Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka), termasuk keberangkatan KA dari Stasiun Gambir,” ujarnya.

Kali ini, Eva mengatakan KAI tidak memberlakukan rekayasa pola berhenti luar biasa (BLB) di Stasiun Jatinegara seperti pada umumnya ketika terjadi aksi massa.

“Kami tidak memberlakukan rekayasa pola operasi berhenti luar biasa (BLB) di Stasiun Jatinegara. Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh calon penumpang KA agar mengatur waktu perjalanannya menuju stasiun, secara khusus penumpang yang keberangkatannya dari Stasiun Gambir. Hal ini guna menghindari calon penumpang ketinggalan kereta,” jelas Eva.

Pada Kamis (27/6) total ada 35 keberangkatan KA dari Stasiun Gambir, yang terdiri dari 32 KA Reguler dan tiga KA Tambahan dan diperkirakan terdapat 13.061 penumpang yang berangkat dan 13.924 penumpang yang turun dari stasiun Gambir.

Sedangkan, untuk rata-rata penumpang yang berangkat dari Stasiun Gambir setiap harinya, sekitar 10.000 penumpang saat weekday, dan 15.000 saat akhir pekan.

Selain memberi himbauan kepada calon penumpang KA, PT KAI Daop 1 Jakarta juga melakukan penambahan petugas keamanan di Stasiun Gambir.

“Kami telah menurunkan 28 petugas pengamanan, dan tambahan dua petugas dari TNI. Untuk keamanan sesuai SOP yang ada pemeriksaan barang bawaan juga menggunakan metal detector di area boarding gate,” kata Eva.

PT KAI Daop 1 Jakarta kembali mengingatkan kepada calon penumpang agar menyiapkan kartu identitas yang asli saat melakukan pemeriksaan boarding pass, dan pastikan nama yang tertera pada tiket/kode booking sesuai dengan nama yang tertera pada kartu identitas.

Baca juga: Massa pendukung Prabowo - Sandi mulai berdatangan di MK
Baca juga: Permohonan BPN tidak dapat diterima MA


Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar